Lagi-lagi Masyarakat Keluhkan Pelayanan PT. Moya, Air Berlendir dan Berlumpur

0
103

Independennews.com, Batam – Pelayanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam lagi-lagi mendapat keluhan dari masyarakat. Keluhan kali ini datang dari warga Perumahan Barelang, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batuaji.

Ketua RT 03, Marwan saat dikonfirmasi lewat telepon genggam nya, Selasa (10/8/21) mengatakannbahwa, dirinya sudah tidak asing lagi dengan buruknya kualitas air yang saat ini dikelola oleh PT Moya.

Marwan mengaku, setiap dua hari sekali dirinya selalu menguras air di bak miliknya. Hal itu terpaksa ia lakukan karena mengingat kualitas air tersebut sangat buruk dan tidak layak untuk dikonsumsi.

“Saya sering menguras air, dua hari sekali karena kualitas airnya buruk. Saya juga sudah buat penyaring double, cuman masih aja begitu masih berlumpur,” kata Marwan kepada Independennews.com ketika dikonfirmasi lewat sambungan telepon selulernya.

Selain itu kata Marwan, sampai saat ini dirinya belum berani menggunakan air SPAM untuk dipakai memasak. Dirinya harus rela mengeluarkan uang pribadinya membeli air galon untuk keperluan memasak rumah tangganya.

“Aromanya kadang-kadang bau, saya aja sekarang kalo mau masak gak berani make air itu, saya biasanya beli air galon,” tambahnya.

Lanjut kata Marwan, semenjak SPAM pindah pengelola (saat ini dikelola oleh PT Moya), dirinya tidak pernah lagi menggunakan air tersebut untuk memasak.

“Terus terang semenjak SPAM pindah pengelola, saya gak berani loh make air itu buat masak, saya selalu beli air minum karna untuk filter biasa sudah tak sanggup lagi,” terangnya.

Soal masalah air macet, dirinya tidak terlalu mempermasalahkan. Karena menurutnya hal tersebut wajar karena SPAM saat ini dijalankan oleh manajemen yang baru (PT Moya).

“Kalo untuk masalah macet kami maklumilah itu, mungkin karena manajemen baru. Tapi kendalanya tiba-tiba air sering mati dan gaada pemberitahuan gituloh,” sebutnya.

Marwan yang juga selaku pengurus Masjid Al-Khairat itu mengaku sering meminta bantuan air dari pemadam kebakaran setempat untuk mengisi tanki Masjid yang digunakan untuk keperluan ibadah sholat Jum’at.

“Saya kebetulan pengurus masjid juga, sering minta bantuan air dari pemadam kebakaran untuk mengisi tanki untuk orang yang mau jumatan,” tutupnya.(TIM/SOP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here