Independennews.com | Banyuwangi – Pemandangan itu dilihat langsung oleh rombongan Komisi IV DPRD Banyuwangi ketika melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke Muncar.
Para wakil rakyat itu juga menemukan sedimen yang memicu pendangkalan sungai sehingga akan berdampak negatif terhadap lingkungan serta memicu banjir.
Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo, berpendapat sedimen sungai yang ada di Muncar perlu dikeruk untuk mencegah banjir dan menjaga kapasitas tampung air.
“Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih rendah dan fenomena di lapangan masih ada masyarakat yang memanfaatkan sungai untuk membuang limbah rumah tangga,” ungkapnya.Kamis (27/2)
Patemo sangat prihatin karena pencemaran lingkungan yang terjadi di Muncar juga disebabkan oleh limbah pabrik pengolahan ikan maupun usaha tambak ikan.
Disamping itu, ditemukan sampah domestik yang dihasilkan rumah tangga dibuang sembarangan ke sungai.
Patemo berpendapat sedimen sungai yang ada di Muncar perlu dikeruk untuk mencegah banjir dan menjaga kapasitas tampung air.
“Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih rendah dan fenomena di lapangan masih ada masyarakat yang memanfaatkan sungai untuk membuang limbah rumah tangga,” ungkapnya.
Komisi IV DPRD Banyuwangi juga prihatin karena pencemaran lingkungan yang terjadi di Muncar turut disebabkan oleh limbah pabrik pengolahan ikan maupun usaha tambak ikan.
”Dampak dari pencemaran lingkungan itu nelayan Muncar kini kesulitan untuk mendapatkan ikan. Mereka harus menempuh perjalanan bermil-mil agar mendapatkan tangkapan yang maksimal,” papar Patemo.
Untuk mengatasi persoalan pencemaran lingkungan di Kecamatan Muncar akibat sampah dan limbah pabrik serta rumah tangga, Komisi 4 DPRD Banyuwangi akan meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) turun tangan.
DLH harus segera menyediakan dan membangun tempat pembuangan sampah (TPS) secara merata di Kecamatan Muncar.
DLH harus memberikan sosialisasi secara masif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai dan mengembalikan kembali fungsi sungai yang sebenarnya. Dulu perahu nelayan bisa melintasi sungai ini, namun sekarang tidak bisa,” Ujarnya.
Sedangkan untuk mengatasi limbah pabrik pengolahan ikan, Komisi IV DPRD Banyuwangi berharap Pemkab Banyuwangi merencanakan kembali pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Warga Muncar sebenarnya sangat berharap adanya IPAL terpadu, karena indeks pencemaran lingkungan di perairan Muncar melebihi ambang batas,” tambahnya. (Har/*)