Ketua PPKF NTT Kepri Sayangkan Sikap Pemko Batam Terkesan Abaikan Warga Korban Banjir dan Longsor di Sei Panas

0
356

BATAM, INDEPENDENNEWS.COM — Ketua Perkumpulan Pemuda Flores Nusa Tenggara Timur (PPKF NTT) Kepri sangat menyayangkan sikap Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang dinilai terkesan mengabaikan warga Sei Panas, terkait Banjir dan Longsor.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PPKF NTT Kepri, sekaligus Wakil Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perpat Kota Batam dan Tim Intelijen Investigasi LPPN RI Kepri, Dion Hadi Langoday, Minggu (21/6/2020).

“Sangat disayangkan warga terabaikan dan Pemko Batam terkesan sengaja tidak perduli serta tidak mau tunaikan janjinya. Mohon dalam hal ini agar Pemko Batam untuk tidak menutup mata,” ungkap Dion.

BACA JUGA ; Garda Konsumen Nasional Buka Posko Pengaduan Nasabah BMT Amanah Ray

Dion mengungkapkan, pernyataan Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad pada waktu itu di lokasi kejadian pada longsor yang lalu, bahwa Pemerintah setempat yaitu RT, RW, Lurah sampai Camat segera mengambil langkah yang terbaik untuk keluarga korban longsor, dan akan melakukan yang terbaik supaya jangan ada korban yang dirugikan.

“Kurang lebih seminggu kemudian kami dan lima Keluarga korban dipanggil oleh Camat Bengkong dan lurah Sadai, untuk pertemuan di Golden prawn. Dalam pertemuan itu, Lurah dan Camat meminta kami pindah dan akan di berikan Kapling kosong di Sambai Nongsa. Akan tetapi kami menolak dan khirnya kesepakatan bersama yang kami buat Pemerintah Kecamatan bersama Pemko Batam akan membangun Batu miring setelah Tahun baru karena waktu rapat waktu pada bulan Desember 2019,” ujar Dion.

BACA JUGA : Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumatera Utara Resmikan Program Bedah Rumah di Kabupaten Deli Serdang

Dengan syarat, lima keluarga korban harus membuat surat pernyataan bermeterai. Akan tetapi, mereka menolak Relokasi dan menyetujui di buat Batu miring.

“Apabila dikemudian hari ada Longsor lagi menjadi tanggung jawab kami sendiri, kami pun setuju. Namun sampai hari ini Longsor kedua datang Batu miring tidak pernah dibuat. Mereka pernah datang foto habis itu pergi tidak ada Realisasi atau Respon dari Pemerintah Kota Batam,” tutup Dion.(LS)

BACA JUGA : Kabupaten Kepulauan Anambas Dalam Waktu Dekat Dapat Menikmati Jaringan 4G Dari Telkomsel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here