Ketua PN Karimun Budiman Sitorus Tunjukkan Sikap Arogansi kepada Wartawan

0
466

Independennews.com, Karimun — Ketua PN Karimun melarang wartawan mengambil photo sidang perdata. Hal itu dilakukan langsung oleh Ketua PN Karimun Budiman Sitorus SH, saat sidang berlangsung, Selasa (14/8/18)

Tindakan Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun, Budiman Sitorus dinilai arogan terhadap wartawan yang sedang meliput saat berlangsung sidang yang saat itu Budiman memimpin sidang terbuka sidang putusan perdata sengketa lahan dengan nomor perkara 50/Pdt.G/2017/PN.Tbk antara Eddy alias Ayu (Tergugat I) dan Yohannes Pieter (Tergugat II) lawan Yusiman selaku Penggugat yang diagendakan digelar pada hari ini, Selasa (14/8/2018) diruang sidang cakrawala PN TBK.

Hal itu, selain membuat malu wartawan juga dinilai sebagai tindakan melanggar kebebasan pers. Sikap arogansi itu di alami salah satu wartawan media online yang akan meliput jalannya persidangan

“Ngapa kau foto-foto, dari mana kau? Kau tidak tau kode etik jurnalistik ya,” kalau kode etik hakim jelas ada di depan pintu masuk ruang sidang. ucap Budiman dengan arogansinya dalam persidangan yang disaksikan oleh rekan wartawan lainya dan para peserta persidangan.

Bukan hanya sampai disitu saja, sikap arogansi orang nomor satu di Pengadilan Negeri itu, juga terlihat dengan sikap kurang baik.

“Kalau mau foto-foto, harus izin dulu dari pihak pengadilan,”ungkap Budiman Sitorus dengan sambil tunjuk tunjuk jari kepada awak media.

Sementara persidangan tersebut digelar terbuka. Namun karena wartawan tidak mau terpancing perdebatan dalam situasi persidangan. akhirnya wartawan tersebut mengalah karena ingin mengikuti jalanya persidangan.

Namun seusai terjadi perdebatan kecil dalam persidangan, persidangan pun tidak dilanjutkan (ditunda) dan akan dilanjutkan pada hari Kamis (16 Agustus 2018). Diketahui, sesuai jadwal sidang, sidang tersebut digelar untuk mendengar putusan atas kasus sengketa lahan

“Saya sangat menyayangkan sikap Ketua Hakim (Budiman Sitorus_red) pemimpin persidangan yang bersikap terkesan arogansi dan tidak terpuji. Sidang itu kan terbuka. Siapa pun bisa hadir. Termasuk insan pers yang meliput untuk pengumpulan data untuk kegunaan publikasi,” ungkap wartawan itu kesal yang juga sebagai Kabiro salah satu Media di Karimun.(Jn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here