Kendala Cuaca, Pembangunan Huntap Taput Ditargetkan Rampung Mei 2026

Independennews.com | Taput — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) memastikan pembangunan rumah hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat korban bencana di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting, segera dimulai. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat usai penandatanganan kerja sama pembangunan Huntap, Selasa (6/1/2026).

“Penandatanganan kerja sama pembangunan hari ini sudah selesai. Besok pekerjaan fisik akan langsung dimulai,” ujar Bupati di hadapan warga korban bencana.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Utara, pimpinan dan anggota DPRD Taput, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi Jakarta dan Medan, serta masyarakat penerima manfaat.

Bupati menjelaskan, pendanaan pembangunan Huntap sepenuhnya bersumber dari dana swasta melalui Yayasan Buddha Tzu Chi. Sementara itu, lahan yang digunakan merupakan tanah negara yang telah memperoleh persetujuan DPRD Taput untuk dihibahkan kepada para korban bencana.

“Tanah ini dihibahkan untuk masyarakat korban bencana. Rumahnya nanti bersertifikat atas nama penerima dan tidak boleh digadaikan ataupun diperjualbelikan,” tegas JTP.

Terkait target penyelesaian pembangunan, Bupati mengungkapkan bahwa semula proyek Huntap ditargetkan rampung pada Maret 2026. Namun, tingginya intensitas curah hujan dan faktor cuaca menjadi kendala sehingga penyelesaian diperkirakan bergeser hingga Mei 2026. Meski demikian, pengembang tetap didorong agar dapat mempercepat progres pekerjaan.

“Cuaca menjadi tantangan utama. Namun kami tetap meminta agar pembangunan dipercepat tanpa mengabaikan kualitas,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab Taput juga membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat. Warga yang belum memiliki pekerjaan dipersilakan terlibat sebagai tenaga kerja dalam pembangunan Huntap dan akan mendapatkan upah sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketua DPRD Tapanuli Utara Rudi Nababan menyatakan dukungan penuh terhadap hibah lahan untuk pembangunan Hunian Tetap tersebut.

“Kami menyetujui hibah tanah ini dan akan memprosesnya melalui rapat paripurna sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Rudi Nababan.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi, Mujianto, berpesan agar rumah hunian yang diberikan benar-benar dimanfaatkan sebagaimana peruntukannya.

“Jangan digadaikan atau dijual. Rumah ini adalah titipan dari Tuhan. Semoga bapak dan ibu betah tinggal di rumah yang baru,” pesannya.

Perwakilan warga korban bencana menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta Yayasan Buddha Tzu Chi atas bantuan yang diberikan. Mereka mengaku selama masa pengungsian, kebutuhan dasar hingga logistik seperti bahan makanan dapat terpenuhi dengan baik.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak, dari pemerintah pusat hingga Bupati dan Yayasan Buddha Tzu Chi. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan ini,” ungkap salah seorang warga.

Kepala Desa Dolok Nauli yang mewakili masyarakat juga mengapresiasi respons cepat Pemkab Taput dalam penanganan pascabencana. Ia menyatakan kesiapan warga untuk mendukung seluruh program pembangunan daerah dan berharap Yayasan Buddha Tzu Chi dapat kembali hadir saat penyerahan rumah nantinya.

Sebagai informasi, sebanyak 103 unit rumah bantuan disalurkan oleh Maruarar Sirait melalui Yayasan Buddha Tzu Chi untuk pembangunan hunian tetap bagi korban bencana di Desa Dolok Nauli, Kabupaten Tapanuli Utara.

(Maju Simanungkalit)

You might also like