Kementerian PUPR Luncurkan Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan, Sahmadin : Program BP2BT Belum Dimanfaatkan secara Maksimal di Kepri

0
765

INDEPENDENNEWS.COM, BATAM — Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia meluncurkan program yang disebut dengan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

“Dalam mensukseskan program tersebut di kota Batam, BP2BT akan bekerjasama dengan DPD Himpunan Pengembang pemukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) Batam.” ujar TPP BP2BT Panca Situmorang, kepada independennews.com, pada Selasa, (1/102019) dibilangan Batam Center, Batam, Kepulauan Riau.

Dikatakan Panca S, bahwa Program itu digagas oleh Dirjen pembiayaan Infrastruktur PUPR dan sudah mulai berjalan diseluruh indonesia, dan Kota Batam pada Bulan Mei lalu.

“Pada program ini masyarakat tidak mendapatkan SBUM dan bunga subsidi, tetapi masyarakat dibantu oleh pemerintah dengan pembiayaan uang muka sebesar Rp 40 juta, dengan kata lain jika harga Rumah Rp 146.000.000, maka konsumen mendapat pengurangan harga setelah dikurangi dengan Bantuan (Dana BP2BT) sebesar Rp 40 juta, lalu dikurangi dengan tabungan Wajib Rp 3.000.000, sisa Uang Muka Rp 4.300.000, setelah dikurangi dengan bantuan dan tabungan maka Sisa Hutang yang harus dibayar melalui Bank sebeaar Rp 98.700.000 dengan jangka waktu cicilan berpareasi 5 Tahun, 10 Tahun, 15 Tahun, 20 Tahun.

Dengan adanya bantuan ini masyarakat yang belum memiliki rumah dapat dimudahkan untuk mendapatkan rumah idaman dengan mudah.

“Program ini ditujukan bagi Masyarakat yang belum sama sekali tidak punya rumah. Secara umum, pembiayaan dalam BP2BT, yang pertama pemohon harus miliki dana 5% dari total harga rumah. Kemudian subsidi yang disediakan Kementerian PUPR hingga 38,8% harga rumah/ maksimal senilai Rp 40 juta, dan sisanya melalui kredit pembiayaan dari Bank pelaksana yang telah ditetapkan PUPR.” Ujarnya Menjelaskan.

Panca menambahkan, subsidi BP2BT akan disesuaikan dengan penghasilan pemohon, yang sudah diatur dalam Keputusan Menteri PUPR 858/KPTS/M/2017.

Ketua DPD HIMPERRA Batam, Sahmadin Sinaga Mengatakan, Kuota penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dalam program 1 Juta rumah sudah habis dan ditutup oleh pemerintah.

Untuk itu, tambahnya, HIMPERRA sudah menyurati pemerintah Pusat agar bantuan subsidi KPR bisa dilanjutkan, namun hingga kini belum ada kejelasanya.

“Pmerintah sudah menyetujui penambahan 80.000 unit, tapi pelaksanaanya belum dapat direalisasikan sampai saat ini.”pungkas Sahmadin yang juga Anggota DPRD Kepri ini.

Lanjut Sahmadin, menurutnya program BP2BT merupakan solusi dari keluhan para pengembang perumahan, sebab masih banyak costomer yang membutuhkan rumah murah dan layak huni.

“Program ini menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dari sektor informal dan sangat membantu masyarakat, pemerintah memberikan kemudahan berupa uang muka di depan, “ jelasnya

Bagi masyarakat yang memiliki rumah, pada program BP2BT dengan status karyawan/karyawati yang memiliki tabungan 2 juta bisa mendapatkan dari pemerintah sebesar Rp  40 juta, sudah bisa memiliki rumah tanpa harus mengontrak.

”Selan itu kata Sahmadin politisi Partai Nasdem Ini, ada kemudahan lain yakni Pemerintah sudah kerjasama dengan Bank didaerah  seperti Bank BTN, Bank Jateng, Bank BRI DAN Bank Artha Dana, dengan tujuan agar tidak sulit dalam pengajuan KPR.” Kata pebisnis Properti ini. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here