Proyek Drainase di Kavling Kamboja Diduga Asal Jadi, Kuat Dugaan Abaikan Standar Teknis – Lurah Sei Pelunggut Bungkam

Independennews.com | Batam – Pembangunan drainase di Kavling Kamboja RT 01/RW 03, tepatnya di lingkungan Blok T, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, disorot tajam warga. Saluran drainase terbuka berbentuk U (U-ditch) yang seharusnya terpasang rapi justru terlihat acak-acakan, miring, dan tidak sejajar. Kondisi ini memunculkan dugaan kuat bahwa proyek tersebut dikerjakan asal jadi, tanpa memperhatikan standar teknis dan spesifikasi kontrak kerja.

Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa pemasangan U-ditch dilakukan dengan kualitas pengerjaan yang jauh dari layak. Sebagian saluran terlihat longgar, ada yang tidak menempel sempurna pada pondasi, dan celah antar sambungan terbuka lebar. Dengan kondisi seperti ini, fungsi drainase dikhawatirkan tidak optimal menyalurkan air, apalagi saat hujan deras, yang berpotensi memicu genangan bahkan banjir lokal.

Beberapa warga mengaku kecewa dan menduga ada indikasi pekerjaan dilakukan secara tergesa-gesa demi mengejar target waktu, namun mengorbankan kualitas.

“Kalau begini, air malah bisa meluber lagi. Proyek seperti ini jelas-jelas buang-buang anggaran. Harusnya dikerjakan sesuai aturan, bukan asal pasang,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan, setiap pekerjaan drainase wajib memenuhi persyaratan teknis mulai dari perencanaan, metode pemasangan, hingga pengawasan mutu. Jika ditemukan pelanggaran, kontraktor dapat dikenai sanksi administratif, bahkan tuntutan hukum sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi dan UU Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, apabila terbukti ada unsur penyimpangan anggaran.

Ironisnya, hingga berita ini diterbitkan, Lurah Sei Pelunggut yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait temuan ini belum memberikan jawaban. Sikap bungkam ini semakin memunculkan tanda tanya di kalangan warga: apakah pihak kelurahan mengetahui kondisi proyek tersebut, atau sengaja mengabaikannya?

Masyarakat mendesak pihak Kecamatan Sagulung, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, serta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan audit lapangan. Transparansi anggaran dan kepatuhan terhadap spesifikasi teknis harus dipastikan, demi mencegah kerugian keuangan negara dan melindungi kepentingan warga.(Mpm)

You might also like