Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Taput, Dua Lembaga Beda Stetmen, Petani Ikut Kelimpungan

Foto : Revan Nababan, Kabid Sarpras Dinas Pertanian Taput

IndependenNews.com, Taput | Perbedaan besaran angka pasokan Pupuk Bersubsisi di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) yang dilontarkan dua lembaga berbeda yakni DPRD Kab.Tapanuli Utara (Taput) komisi B dan Dinas Pertanian Kab.Taput, menuai sorotan kalangan masyarakat Taput, yang mana saat ini terjadi kelangkaan Pupuk Bersubsidi.

Kondisi kelangkaan pupuk bersubsidi dan peryataan angka pasokan pupuk yang berbeda dari dua lembaga pemerintah itu, juga menarik perhatan Lembaga Pemantau dan Pemerhati Pembangunan Daerah (LP3D) Taput.

Kepada media ini, Selasa (29/3/22), Patar mengatakan, apabila benar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) akan mengalokasikan Pupuk bersudsidi sebanyak 9 juta ton untuk tahun 2022 sesuai dengan pernyataan dari Mangoloi Pardede ketua Komisi B DPRD Taput. Maka, kata Patar kelangkaan pupuk di setiap kabupaten tidak akan terjadi seperti saat ini.

Menurutnya, dengan perhitungan matematika 9 juta ton dibagi untuk 33 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) maka akan di dapat 272.000 ton per Kabupaten/kota.

“Logika sederhana saja, sembilan juta ton dibagi dengan 33 kabupaten/kota yang ada di Provinsi ini. Hasilnya, Dua ratus tujuh puluh dua ribu ton per Kabupaten/kota,”ujar Patar.

Sementara kebutuhan Pupuk bersubsidi untuk Kab.Taput sambung Patar hanyalah sekitar
44 000 Kepala Keluarga(KK). Jadi dengan hitungan itu seharusnya di Kab.Taput Pupuk Bersubsidi tidak boleh langka.

Pun demikian, kalaupun Pemprovsu hanya bisa mengalokasikan 30% dari total kuota per Kabupaten/kota maka Pupuk Bersubsidi yang didapat Kab.Taput sekitar 90.000 ton

“Kalaupun hanya sepertiga dari kuato Kabupaten/Kota didapat oleh Taput maka Pupuk bersubsidi ada sekitar 90.000 ton. Berarti setiap petani akan mendapat 2 ton pupuk bersubsidi per Keluarga selama satu tahun,” terang Patar.

Namun saat disodorkan adanya perbedaan Data yang sangat signifikan dari Dinas Pertanian Taput dan statement Mangoloi Pardede, Patar sedikit mengerutkan kening.

“Ini data siapa yang harus kita percayai.?? Saya kenal Pak Mangoloi, dia anggota DPRD dan Profesinal. Dan dia langsung meninjau ke propinsi. Pastinya tidak akan melontarkan statement tanpa dukungan data, jangan-jangan ada sesuatu dengan dinas Pertanian,”ujarnya.

Bahkan menanggapi perbedaan angka tersebut Patar mengatakan, adanya kemungkinan oknum oknum yang mencari keuntungan dari langkaan Pupuk bersubsidi. Dan dia berjanji akan menelisik lebih jauh ke Dinas Pertanian Taput terkait dengan kelangkaan Pupuk Bersudsidi tersebut.

Sebelumnya, Mangoloi Pardede Ketua Komisi B DPDR Kab.Taput untuk menjawab aksi unjuk rasa yang digelar Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) pada Senin (28/3/2022) kemaren mengatakan, bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dalam hal ini PT.Pupuk Iskandar Muda dan PT.Petro Kimia hanya bisa mengalokasikan Pupuk bersubsidi sebanyak 9 juta ton untuk 33 Kabupaten/Kota dari permintaan 25 juta ton Pupuk Bersubsidi.

“Jadi dari ajuan kita itu, dari 25 juta ton menjadi 9 juta ton. Otomatis Pupuk bersudsidi agak langka,” tegas Mangoloi Pardede menjawab aksi unjuk rasa GMNI

Akan tetapi data berbeda didapat dari Dinas Pertanian Taput, bahwa kebutuhan Pupuk Bersubsidi di Taput hanya 73.118,879 ton sesuai Rencana Defitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sebanyak 43.835 KK untuk luas pertanaman 80.829 Ha.

Hal ini diungkap oleh Revan Nababan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kab.Tapanuli Utara diruang kerjanya Selasa (29/3/2022)

Diterangkan Revan dari kebutuhan Pupuk Bersubsidi untuk Taput, yang bisa dialokasikan hanya sekitar 20.920 ton untuk 7 jenis pupuk atau hanya sekitar 28,61% dari kebutuhan riel.

Menanggapi adanya perbedaan angka dari Mangoloi, Revan hanya mengatakan bahwa jumlah kuota yang disebutkan anggota DPRD itu adalah kuota nasional.

“Saya bukan membantah apa yang dikatakan bapak itu, hanya 9 juta ton pupuk Bersubsidi yang akan dialokasikan itu adalah untuk kebutuhan nasional” ucap Revan.
(Maju simanungkalit)

You might also like