Kejagung RI Tingkatkan Dugaan Penyalahgunaan Impor Garam Industri ke Tahap Penyidikan

0
84
Foto : Jaksa Agung RI, Sanitiar Burhanuddin (tengah) didampingi Menteri BUMN, Erick Thohir (kiri) dan Kepala BPKP (kanan)

IndependenNews.com, Jakarta | Kejaksaan Agung RI meningkatkan status perkara impor garam industri di Kementerian Perdagangan (Kemendag) tahun 2018 dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.

Hal tersebut disampikan langsung oleh Jaksa Agung RI, Sanitiar Burhanuddin dalam konferensi pers di Kompleks Kejagung RI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/06/2022).

“Pada Senin 27 Juni 2022 tim penyidik melakukan gelar perkara dan berkesimpulan untuk meningkatkan perkara tersebut ke tahap penyidikan,” ucap Burhanuddin yang juga tampil secara live dalam akun instagram resmi milik Kejagung RI.

Burhanuddin mengatakan, pada tahun 2018 lalu Kemendag menerbitkan persetujuan impor garam industri pada PT MTS, PT SM dan PT YUI tanpa melakukan verifikasi. Hal ini mengakibatkan kelebihan impor garam industri dan membuat harga garam dalam negeri tidak mampu bersaing dengan harga garam impor yang murah.

Dan lebih menyedihkan lagi kata Burhanuddin, garam yang tadinya ditujukan untuk industri malah dikemas menggunakan cap SNI. Hal ini mengakibatkan menurunnya daya beli produk garam lokal yang diproduksi oleh Usaha Masyarakat Kecil Menengah (UMKM).

“Artinya lagi yang seharusnya UMKM yang mendapat rejeki disitu dari garam industri dalam negeri. Ini mereka garam ekspor dijadikan jadi industri Indonesia yang akhirnya yang dirugikan adalah para UMKM, ini sangat menyedihkan,” tuturnya.

Akibat perbuatan tersebut, telah menimbulkan kerugian keuangan dan perekonomian negara dimana garam dalam negeri tidak mampu lagi bersaing dengan harga murah garam impor.

“Dan ini juga mempengaruhi usaha garam milik BUMN karena tidak sanggup bersaing dengan harga murah yang ditimbulkannya,” pungkasnya. (SOP).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here