Kehabisan Bahan Bakar, KM Mutiara 18 Jam Terobang Ambing

0
549
Poto : KM Mutiara (antara)

Bangkalan- Kepala Satuan Polisi Air dan Udara Bangkalan, Ajun Komisaris Irma Sumiaty Ahmad mempertanyakan lambatnya awak Kapal Motor Mutiara Sentosa 1 mengirim pesan tanda bahaya atau SOS kepada Syahbandar Pelabuhan Tanjung Perak.

Menurut dia, KM Mutiara Sentosa 1 mengalami habis bahan bakar pukul 01.00 pada Jumat dinihari, 3 Februari 2017. Tetapi pesan darurat atau SOS baru diterima pihak Syahbandar Pelabuhan Tanjung Perak pukul 13.00.

“Sesuai aturan dunia pelayaran, ketika ada trouble, saat itu juga kirim SOS, agar segera bisa dikirim bantuan karena menyangkut keselamatan penumpang,” kata Irma, Sabtu, (4/2/17) dilansir tempo

Dia menduga awak kapal lambat mengirim pesan darurat karena mencoba mengatasi masalah sendiri. Lantas, karena tidak mampu, barulah mereka mengirim pesan tanda bahaya. “Ini keliru,” ujar dia.

Selain soal SOS, Irma juga mempertanyakan penyebab kehabisan bahan bakar minyak (BBM) yang dialami KM Mutiara Sentosa 1. Menurut dia, mestinya sudah ada perhitungan kebutuhan bahan bakar sekali perjalanan. Perkiraan tersebut harus cukup baik untuk kondisi cuaca baik maupun buruk. “Kalau cuaca buruk, BBM memang lebih boros,” ungkap dia.

Kapal KM Mutiara Santosa I milik PT. Atosim Lampung memiliki rute perjalanan dari Balikpapan, Kalimantan Timur menuju Surabaya, Jawa Timur. Membawa kurang lebih 180 orang penumpang, kapal direncanakan berlabuh di Dermaga Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak. Kapal tersebut kehabisan bahan bakar sekitar pukul 01.00 Jumat, 3 Februari 2017 dinihari di perairan sekitar Pulau Karang Jamuang, sebelah utara Bangkalan.
Kepala Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Hari Setyabudi mengatakan pihaknya baru mendapat laporan sekitar pukul 13.00, Jumat siang. “Padahal kalau dilaporkan dari pagi sudah pasti selesai dan nggak akan bertele-tele seperti ini,” ujarnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Tonny Budiono mengatakan kapal KM Mutiara Sentosa I telah ditarik ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Kapal yang terombang-ambing kehabisan bahan bakar sejak Jumat dinihari, 3 Februari 2017, itu berhasil dibawa oleh tug boat Kresna 315 dan TB Restu.

Tonny menyayangkan adanya keterlambatan informasi yang disampaikan ke otoritas pelabuhan setempat, sehingga terjadi keterlambatan dalam memberikan bantuan dan penanganan di lapangan. Karena itu, ia akan memberikan teguran keras kepada nakhoda dan agen kapal tersebut. “Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya satu pihak,” kata Tonny dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 3 Februari 2017.(tempo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here