Independennews.com | Semarang – Di tengah aroma sayur yang mengepul dari dapur berukuran 400 meter persegi, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan satu hal: makanan bukan sekadar porsi, melainkan kehidupan. Saat meninjau Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) Polri di Pabelan, Kabupaten Semarang, Selasa (23/9), Kapolri menekankan bahwa gizi dan kebersihan adalah standar utama yang wajib dijaga di seluruh SPPG Polri.
“Quality control itu mutlak. Setiap piring makanan yang keluar dari dapur SPPG harus bergizi seimbang, higienis, dan bermanfaat bagi tumbuh kembang anak-anak kita,” tegas Kapolri di hadapan jajarannya, sembari mengingatkan bahwa pelayanan gizi adalah bentuk nyata kehadiran negara.
Dari Dapur untuk Ribuan Anak
SPPG Pabelan berdiri di atas lahan seluas 3.000 meter persegi. Setiap hari, sekitar 50 relawan dari warga sekitar bergotong royong menyiapkan 3.500 porsi makanan. Dari nasi kotak sederhana itu, harapan tumbuh: 207 anak TK, 640 siswa SD, 1.553 siswa SMP, 1.007 siswa SMA, hingga ibu hamil dan menyusui di Kecamatan Pabelan mendapat asupan bergizi.
Kepala SPPG Pabelan, Nanang Irvan Syarifudin, menyebut dapur besar ini bukan sekadar pusat produksi, melainkan wadah kebersamaan.
“Kami ingin setiap anak yang makan dari sini tumbuh lebih sehat dan cerdas. Relawan yang bergabung pun merasa punya peran penting,” ujarnya.
Ahli gizi Kharisma Sekar Ayu Antika menambahkan, pengawasan dilakukan dari hulu ke hilir.
“Mulai pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga distribusi, semua dijalankan dengan standar gizi ketat. Kami ingin setiap sendok nasi benar-benar menjadi energi untuk masa depan anak-anak,” katanya.
Upaya Nasional, Harapan Kolektif
Data Polri mencatat hingga kini telah berdiri 617 SPPG di seluruh Indonesia dengan 2,15 juta penerima manfaat. Selain memberi asupan gizi, program ini juga membuka 30.580 lapangan kerja. Kapolri memastikan, pembangunan SPPG terus dipacu agar akhir 2025 tercapai 1.500 unit sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“SPPG ini bukan hanya soal makanan. Ini tentang memastikan generasi mendatang terbebas dari ancaman stunting. Ini adalah investasi bangsa,” tegas Kapolri.
Menyapa Warga Lewat Pasar Murah
Usai meninjau dapur gizi, Kapolri bersama Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo, Gubernur Jateng Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi, serta Gubernur Akpol Irjen Pol Midi Siswoko menyapa warga dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) di Polres Semarang.
Sekitar 100 warga antre membeli kebutuhan pokok dengan harga miring: beras 5 kilogram Rp58 ribu, gula Rp17 ribu/kg, minyak goreng Rp15.500/500 ml, hingga sayuran segar Rp10 ribu/ikat.
Bagi warga, program ini lebih dari sekadar pasar murah. “Harga sembako sekarang berat. Alhamdulillah, di sini lebih terjangkau,” tutur Siti, seorang ibu rumah tangga sambil menenteng dua kantong berisi beras dan sayur.
Membangun Masa Depan dari Dapur
Kehadiran SPPG Pabelan dan GPM bukan hanya tentang logistik, tapi tentang empati: ada tenaga yang terserap, ekonomi yang bergerak, anak-anak yang kenyang, dan orang tua yang merasa tenang.
Kapolri menutup kunjungannya dengan pesan sederhana namun penuh makna:
“Jaga kualitas, jaga kebersihan. Dari dapur ini kita sedang menyiapkan masa depan bangsa.”
Apakah Anda ingin saya tambahkan juga opsi judul alternatif yang lebih kuat, misalnya:
“SPPG Pabelan: Benteng Gizi Anak, Senjata Lawan Stunting”
“Kapolri Pastikan Gizi Anak Terjaga Lewat Dapur Harapan di Pabelan”?
(Ganang )