IndependenNews.com – Humbahas | Pemerintah Desa (Pemdes) Siponjot, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), dalam 3 tahun ini, telah membuka dan menggelar les pelajaran tambahan untuk siswa sekolah di Desa itu.
Seiring waktu, animo anak-anak terutama siswa SD dan SMP, terlihat melonjak merespon kegiatan ekstrakulikuler tersebut.
Berdasarkan informasi dari Kades Siponjot Deka Seply Silaban, melalui Sekdes Siponjot Bontor Silaban, setidaknya saat ini ada sekitar 200 orang anak-anak di Desa itu yang aktif mengikuti les tambahan tersebut.
Kata Bontor, anak-anak yang mengikuti les itu didominasi dari siswa SD dan SMP. Hal itu karena belakangan ini, ada perubahan jam sekolah di SMA.
“Mereka pulangnya sudah sore, sekitar Pukul 16.00 WIB. Jadi ga sempat lagi ikut les”, kata Bontor, Rabu
Bontor menjelaskan, bahwa les tambahan yang dicetuskan Pemdes Siponjot itu menitikberatkan pada 2 mata pelajaran, yakni Bahasa Inggris dan Matematika.
Pemilihan 2 mata pelajaran itu sudah terlebih dahulu melewati kajian. Di mana menurut Bontor, Kemampuan bahasa Inggris dan matematika sangat penting di zaman sekarang.
Sebab, Bahasa Inggris adalah bahasa global untuk komunikasi dan informasi, sementara matematika penting untuk pemecahan masalah dan berpikir logis.
“Keduanya membuka peluang karir yang lebih luas dan mendukung perkembangan profesional. Jadi setelah nanti selesai Pendidikan, anak-anak punya peluang untuk berkarir”, jelas Bontor.
Jam les itu sendiri dimulai pada pukul 16.00 WIB dan berakhir pada sekitar pukul 17.30 WIB. Dan kegiatannya digelar 4 kali dalam seminggu.
“Proses belajar-mengajar berlangsung hari Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis”, sebut Bontor.
Untuk mendukung program les privat itu, Bontor menambahkan, Pemerintah Desa dan tenaga pendidik sering mengikut sertakan para siswa untuk mengikuti sejumlah lomba. Nantinya, setiap peserta yang ikut dan terlibat akan mendapatkan piagam penghargaan.
Sementara untuk anggaran dalam mendukung proses pembelajaran tambahan itu, Bontor menyebut, dananya sebagian berasal dari APBDes, tetapi sebagian lagi berasal dari orang tua siswa.
Dan paling inspiratif, memasuki tahun ke empat berjalan, dana kegiatan les itu disokong Rp 96.000.000,- dari Dana Desa Tahun 2025, gaji Kades, partisipasi orang tua, anak rantau dan donatur masyarakat Siponjot.
“Jadi Pemerintah Desa dan masyarakat sepakat dan solid mendukung kegiatan tersebut. Termasuk para perantau”, ungkap Bontor.
Pantauan wartawan, kegiatan ekstrakulikuler tersebut sampai saat ini masih terus berjalan. Pemdes dan tenaga pendidik sementara ini menggunakan ruang Kantor Desa Siponjot, Ruang Kelas UPT SMP Negeri 01 Silaban, Ruang Kelas SD Negeri 1 Siponjot dan Ruang Kelas SD Negeri 2 Siponjot, sebagai tempat belajar. (Rachmat Tinton)