PBB: Pembebasan Tahanan Suriah Pokok Pembicaraan Jenewa

0
482

Suriah-Komite Penasehat Perempuan (WAC) Komite Negosiasi Tinggi Oposisi Suriah menuntut pembebasan para tahanan dan proses akuntabilitas yang kredibel di Suriah, seperti pembicaraan kembali Jenewa.

“Kami membawa solidaritas ratusan ribu keluarga Suriah kepada tahanan. sebagaimana pembicaraan masa depan Suriah di Jenewa, kita harus secara paralel melihat semua tahanan Suriah, diawali dengan tahanan perempuan dan anak-anak. Mereka tidak termasuk dalam negoisasi.” ujar Marah Al-Bukai dari WAC dikutp dari aranews.

“ribuan Keluarga Suriah telah menderita, dengan proses keadilan transisi yang kredibel dapat menyembuhkan luka mereka. Sebuah Suriah yang demokratis di masa depan. Sementara kepada semua penjahat perang terutama yang terlibat dalam penahanan dan penghilangan paksa oleh pasukan Assad akan dilakukan pendataan,”katanya.

Hal senada disampaikan Komite Penasehat Perempuan menyerukan agar semua tahanan segera dibebaskan, dimulai dengan perempuan dan anak-anak, dari semua tahanan yang ada.

“Mekanisme independen yang dipimpin PBB harus dibentuk untuk mengidentifikasi nama-nama tahanan Suriah yang sah ditahan di penjara Assad dan yang harus dibebaskan,” kata WAC.

organisasi Suriah oposisi juga menyerukan pembentukan sebuah proses keadilan transisi yang kredibel bagi yang melakukan penahanan kepada semua penjahat perang di Suriah.

“pelaku tertentu yang melakukan kejahatan perang di tahanan. Tidak ada penjahat perang harus menikmati amnesti lokal atau internasional,”katanya

Selain itu, selama babak keempat pembicaraan damai Jenewa, delegasi oposisi Suriah menyerukan mekanisme tahanan yang dipimpin PBB untuk mengungkapkan semua tahanan Suriah secara paksa dan menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia, termasuk penyiksaan, kekerasan seksual dan penghilangan paksa di seluruh Suriah, dan terutama dalam keamanan dan fasilitas penahanan militer.

Sementara itu, Departemen Kehakiman Suriah pada 9 Februari 2017 dengan tegas menolak laporan Amnesty International kepada 13.000 tahanan dekat ibukota Damaskus, mengatakan tuduhan itu “sama sekali tidak benar”.

“Kementerian keadilan menyangkal dan mengutuk isi laporkan karena tidak berdasarkan bukti yang benar, tetapi hanya sebagai emosi pribadi yang bertujuan untuk mencapai tujuan politik,” katanya.

Laporan Amnesty didasarkan pada tahun penelitian dan termasuk wawancara dengan 31 mantan tahanan di penjara Saydnaya, dan lebih dari 50 mantan penjaga, hakim dan para ahli.

Komisi PBB di Februari 2016 mengatakan bahwa ribuan tahanan tewas dalam tahanan ketika bertikai di Suriah selama empat setengah tahun terakhir oleh kelompok-kelompok anti-pemerintah dan pemerintah.

“Setiap tahanan yang masih hidup keluar dari tahanan dengan mengalami berbagai tindakan kekerasan yang luar biasa.
Paulo Pinheiro, Ketua Komisi Internasional Independen Penyelidikan Suriah mengatakan data yang dimiliki oleh Pemerintah, merilis sebuah laporan di Jenewa.

“penangkapan atau penculikan yang tak terelakkan selalu membayangi masyarakat di suriah, ” katanya.(aranews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.