Kadis pendidikan Sarolangun Sambangi Keluarga Korban Pemukulan

0
90

INDEPENDENNEWS.COM, SAROLANGUN — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarolangun Helmi Hamid SH, Jumat (13/9/19) menyambangi kediaman siswi SMAN 7 Sarolangun yang menjadi korban kekerasaan yang dilakukan oleh siswa bernama Rafli, pada Rabu (4/9/2019) lalu.

Kedatangan kepala dinas pendidikan ke kediaman Korban disambut oleh kedua orang tua korban. Maksud kehadiran kepala Dinas Pendidikan kabupaten Sarolangun mengunjungi rumah korban sebagai bentuk kepedulian dan rasa simpati kepada sesama.

Sementara itu, untuk menangani persoalan kasus yang melibatkan pelajar itu bukan kewenangan dari Dinas Pendidikan kabupaten Sarolangun, tetapi Kasus tersebut kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

Seperti dilansir beberapa media lokal, belum lama ini seorang siswi SMA Negeri 7 Sarolangun bernama Betaria Soneta putri dari Jhon Karim mengalami kekerasan fisik oleh pelajar lainnya hingga menyebabkan luka lebam di bagian pipi kanan serta mengenai mata hingga memerah akibat di pukul oleh Rafli.

Penyebab pemukulan sendiri belum diketahui apa penyebab sehingga Rafli tega memukul Betaria pada saat sedang berada di ruangan kelas pada Rabu (4/9/2019) lalu.

Atas kejadian kekerasan yang dialami putrinya, Jhon Karim melaporkan kejadian yang dialami putrinya ke pihak kepolisian Resort Sarolangun, dan meminta agar kasus tersebut diproses secepatnya.

Senada dengan itu, paman korban Ahmad Sadikin yang juga salah seorang aktivis asal Sarolangun sangat menyayangkan kejadian kekerasan terhadap keponakan perempuan nya yang masih dibawah umur.

” Saya berharap kepolisian polres Sarolangun segera menindak lanjuti laporan kami, apalagi saat ini keponakan saya kondisi nya lagi Trauma takut untuk bersekolah.” ujarnya dengan nada keras.

Lanjut Karim, Saya dan keluarga mendesak kepolisian menahan pelaku kekerasan yang menyebabkan keponakan saya luka luka lebam. Bahkan matanya memerah akibat bogem pelaku.

“Bila hari ini dia telah melaporkan kejadian tersebut ke dinas DP3A kabupaten Sarolangun meminta agar persoalan kekerasan terhadap keponakan saya segera ditindak lanjuti.” ujar Ahmad Sadikin saat dihubungi lewat selularnya, Rabu ( 10/9/2019).

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kabupaten Sarolangun ( DP3A) melalui Kasi Perlindungan anak, Sari saat di konfirmasi pada Kamis (12/9/2019) mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima laporan dari pihak keluarga korban.

“Ya, kita sudah terima pengaduan dari pihak keluarga, dan sudah melakukan pendataan, selanjutnya kita akan lakukan konseling dengan korban tatap muka dan ngobrol berdua,”ujarnya

Lanjut Sari, selain itu, kami juga telah melakukan koordinasi dengan pihak Polres Sarolangun, untuk pendampingan masalah anak berhadapan dengan hukum. Dari hasil koordinasi itu, Kata Sari, pada Jum’at ini ada pertemuan Keluarga korban, keluarga pelaku, karena pelaku nya juga masih pelajar sehingga pihak polres minta pendampingan dari kita.”ungkapnya. ( Is )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.