Gubernur Kepri Imbau Pemko Batam dan Tanjung Pinang Tingkatkan Prokes

0
180
Foto : Gubernur Kepri Ansar Ahmad (Dok : Diskominfo)

IndependenNews.com, Tanjungpinang | Dalam rangka mengantisipasi penambahan kasus baru Covid-19, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menghimbau Pemerintah Kota Batam dan Tanjung Pinang untuk memperhatikan penerapan protokol kesehatan.

Hal ini dikarenakan penemuan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Batam dan Tanjung Pinang setiap harinya selalu mengalami penambahan kasus baru.

“Agar pengawasan atau screening di setiap pintu masuk, baik yang ada di Batam maupun di Tanjungpinang agar diperketat. Kita harus awasi, disiplin masyarakat harus diperhatikan agar kasus covid di Kepri bisa benar-benar kita tekan,” ucap Ansar, Kamis (03/02/2022).

Sebelumnya, Ansar juga telah menggelar Rapat Koordinasi di Gedung Daerah, Tanjungpinang. Rakor dengan melibatkan seluruh Pemerintah Kabupaten dan Kota se Kepri serta Forkopimda pada Rabu, 02 Februari 2022 lalu.

Pada kesempatan itu, Ansar menekankan untuk mengantisipasi melonjaknya kasus aktif ini dengan memperkuat tracing dan memberikan treatment yang baik.

“Tentu jangan lengah soal tracing, karena tracing sangat menentukan untuk mengetahui kontak erat yang terkonfirmasi positif. Kemudian pastikan treatment harus dilakukan dengan baik, karena jika tingkat kesembuhan tinggi, maka angka kasus aktif akan menurun” pesannya.

Selain itu, ia juga memberikan arahan agar pasien yang terkonfirmasi positif untuk diwajibkan karantina di karantina terpadu. Hal ini dikarenakan karantina mandiri terbukti sulit untuk di kontrol.

“Selain itu, masing-masing Kabupaten dan Kota juga agar memberikan perhatian untuk memenuhi kebutuhan keluarga pasien. Gunakan dana Belanja Tidak Terduga, karena memang peruntukannya untuk itu” tambahnya.

Terakhir, Ansar menyampaikan bahwa survey serology tahap kedua akan dilaksanakan 6 bulan setelah survey pertama. Pada survey pertama Kepri mendapat hasil yang baik yaitu sebesar 89 persen yang menunjukkan herd immunity masyarakat yang cukup baik.

“Karena serology harus dievaluasi 6 bulan sekali untuk mengetahui apakah antibodi tetap bertahan terhadap virus sekaligus mengetes vaksin booster yang telah diberikan” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here