Gegara Alat Tangkap Nelayan Berbeda, Dua Dusun Desa Batu Berdaun Berseteru

0
531

Lingga, Independennews.com — Dua kelompok Nelayan penangkap ikan Tri atau yang lebih di kenal dengan ikan bilis di Dua Dusun Desa batu berdaun Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga Saling berseteru. Hanya gara gara Alat tangkap berbeda.

Keributan itu terjadi pada Jum’at ( 23/11/2018) Nelayan Dusun III Kebun Niur Desa Batu Berdaun, melarang Nelayan dari Dusun II Kampung Baru menangkap ikan Bilis di Dusun III, dengan alasan mengganggu hasil tangkapan nelayan di karenakan cara nelayan dusun II menangkap ikan tri dengan alat tangkap yang berbeda yakn menggunakan pukat dan bisa berpindah pindah.

Sementara selama ini Nelayan di Dusun III kebun Niur menangkap ikan Tri ( bilis) dengan cara mendirikan kelong, alat tangkapan ini tidak bergerak di buat seperti rumah, hanya menunggu, ikan tri datang lalu terperangkap di dalam Kadut.

Larangan Nelayan Dusun III ini membuat Rudi yang mewakili warga Dusun II, tidak senang dan mengadukannya ke Kecamatan,” kami dilarang menagkap bilis di laut todak dusun III, padahal kami sama-sama warga desa batu berdaun ” katanya kepada Julita Camat Singkep pada pukul 10.09 wib jum,at (22/11).

Menaggapi laporan warga desa yang masih berada dilingkungan wilayah kecamatannya, Julita lalu mengumpulkan semua aparatur desa, guna mendudukkan dan menyelesaikan persoalan atar dua nelayan, pertemuan di gelar di Pos Yandu Dusun III kebun Niur, dan dihadiri kepala Kepolisian Sektor Dabo, Inspektur satu Muhammad Chanifa, S.Pd dan segenap jajarannya, Iskandar Ahmad dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kapri, Zainal Kepala Desa Batu Berdaun, Suyono
Dinas perikanan dan kelautan Kab. Lingga, Suherman Kasi Kesos Kecamatan Singkep.

” kami selaku pemilik Kelong tangkapan kami berkurang bahkan bisa tidak dapat sama sekali. Sedangkan pemilik pukat enak bisa bergerak kemana mana sedangkan kami pemilik Kelong hanya bisa menunggu ikan yang masuk ke Kelong, ungkap salah satu nelayan dusun III desa batu berdaun saat berlangsungnya rapat pertikaian di dua dusun tersebut.

Kapolsek Dabosingkep, Inspektur Satu Muhammad Chanifa, S.Pd mengatakan, pertikaian nelayan kedua dusun tersebut akhirnya dapat diatasi dengan bermediasi dengan kesepakatan Warga Dusun III Kebun Nyiur meminta di kasih waktu hingga selesai tahun 2018 dengan alasan akan mengadakan rapat dan pembenahan terkait peraturan daerah, dan setelah itu akan memberi keputusan kepada nelayan pukat bilis kampung baru tersebut.

” Pihak dari nelayan pukat bilis kampung baru menyetujui hasil kesepakatan dari warga dusun III kebun Nyiur dan mengikuti keinginannya ” mengungat lokasi tangkapan berada didaerahnya,

saya berharap kepada kedua pihak nantinya agar dapat memberitahukan hasil akhir rapat kepada pihak kepolisian dan melibatkan Bhabinkamtibmas Desa Batu Berdaun.

Selain itu juga saya juga berharap persoalan dapat diselesaikan dengan kepala dingin jangan ada yang melanggar hukum dan main hakim sendiri.

” jika ada yang melanggar hukum kami selaku penegak hukum akan menindaklanjuti secara hukum yang berlaku”. Ucap kapolsek Dabosingkep ( juhari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here