Independennews.com | Padang – Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang kembali membuktikan diri sebagai fakultas yang progresif dan visioner dengan menggelar Lokakarya Penyusunan Program Kerja (Proker) 2026 Berbasis SDGs, Selasa (2/9), di Ruang Sidang FBS UNP Air Tawar. Forum strategis ini menjadi bagian penting dalam menerjemahkan arah kebijakan universitas menuju kampus berkelas dunia dan berkontribusi aktif pada pembangunan berkelanjutan.
Lokakarya berlangsung intensif dengan dihadiri unsur pimpinan FBS, mulai dari Dekan, para Wakil Dekan, Kepala Bagian, Kepala Departemen, Koordinator Program Studi, hingga admin Departemen/Prodi. Hadir sebagai narasumber utama, Direktur Perencanaan dan Manajemen Risiko UNP, Yusrizal, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutan pembuka, Dekan FBS UNP, Prof. Dr. Ermanto, S.Pd., M.Hum., menegaskan bahwa penyusunan Proker 2026 bukan sekadar agenda administratif tahunan, tetapi langkah krusial untuk memastikan FBS bergerak searah dengan visi besar universitas sebagai Kampus Berdampak.
“Program Kerja 2026 harus direncanakan secara baik dan terukur sesuai arahan Rektor. Ada 10 sasaran strategis yang wajib menjadi pedoman,” ujar Prof. Ermanto.
Ia kemudian memaparkan sepuluh sasaran strategis UNP, mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran internasional, melahirkan lulusan kompetitif, penguatan karakter kebangsaan, peningkatan produktivitas publikasi bereputasi, riset inovatif, kontribusi pada pembangunan nasional, hingga terwujudnya tata kelola PTNBH yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
Dalam sesi pemaparan, Yusrizal, S.Pd., M.Pd. menekankan bahwa seluruh Proker UNP — baik di tingkat universitas, fakultas, maupun program studi — wajib selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
“Program kerja yang telah disusun beberapa bulan lalu harus diselaraskan kembali dengan SDGs. Proker strategis dan prioritas harus mengarah pada kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa integrasi SDGs bukan hanya kebutuhan administratif, tetapi instrumen penting untuk mengukur dampak akademik, sosial, dan kelembagaan UNP di tingkat nasional maupun global.
Melalui lokakarya ini, FBS UNP menegaskan kesiapan memperkuat program kerja yang lebih adaptif, visioner, dan berbasis impact. Seluruh pimpinan fakultas berkomitmen memperkuat kontribusi terhadap:
Dengan arah strategis yang semakin jelas, FBS UNP mantap melangkah menuju 2026 sebagai fakultas yang bukan hanya unggul dalam akademik dan seni, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan global.
(Dioni)