DPRD Anambas Bersama Pemda KKA Gelar Rapat Koordinasi Penanganan Wabah Covid 19

0
186

ANAMBAS, INDEPENDENNEWS.COM — Dewan Perwakilan Rakya Daerah (DPRD) Kab. Kep. Anambas Bersama Pemerintah Daerah menggelar rapat penanggulangan Virus Corona Virus (Covid-19) serta menentukan langkah Penanganan, Rabu (18/3/20) bertempat di Ruang Rapat Kantor DPRD, Jl. Imam Bonjol, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA)

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD KKA Hasnidar dan dihadiri sejumlah pejabat dilingkungan Pemda KKA antara lain Sahtiar (Sekda KKA), Syamsil Umri (Wakil Ketua I DPRD KKA), Herianto (Kadinkes KKA), Ferdiansyah (Wakil Ketua II DPRD KKA), Yusli YS (Anggota DPRD KKA Fraksi PDI-P), Tetty Hadiyati (Anggota DPRD KKA Fraksi Gerindra), Jasril Jamal (Anggota DPRD KKA Fraksi PAN), Imran (Anggota DPRD KKA Fraksi PPP), Muliadi (Anggota DPRD KKA Fraksi Hanura), Amat Yani (Anggota DPRD KKA Fraksi PBB), Ismal Malik (Kepala BPBD KKA) dan diikuti OPD KKA.

Dalam kesempatan itu Ketua DPRD KKA Hasnidar mengatakan bahwa rapat Kerja DPRD Kab. Kep. Anambas bersama Pemerintah Daerah dalam upaya Penanggulangan Corona Virus Disease-19 (Covid-19) Tingkat Kab. Kep. Anambas.

Dikatakan Hasnidar bahwa DPRD Kab. Kep. Anambas sedikit kecewa dikarenakan mengetahui saat rapat kali ini, termasuk kali ketiga rapat pemerintah daerah pada sebelumnya tidak melibatkan DPRD KKA.

Pihaknya meminta agar pemerintah daerah koperatif dengan DPRD dalam menangani permasalahan internasional ini terkait penanganan Covid-19 dan berharap apapun kegiatan dapat mengundang dan melibatkan serta berkoordinasi dengan DPRD sebagai wakil rakyat, karena masyarakat Anambas, apabila bertanya dapat kami bantu menjawab terkait penanganan Covid-19 di daerah kita.

“Kami juga berharap setelah dikeluarkannya surat edaran, maka Pemerintah Daerah tidak dibenarkan untuk melakukan perjalanan Dinas, termasuk DPRD Kab. Kep. Anambas, kita pastikan sampai saat ini selaku ketua dan anggota tidak melakukan perjalanan keluar daerah,”ujar Hasnidar

Lanjut Hasnidar, DPRD Kab. Kep. Anambas meminta Pemerintah Daerah untuk segera mengambil langkah serius terkait persoalan kasus virus Covid-19, baik dengan melakukan pemantauan akses keluar masuk seperti di pelabuhan dan bandara. Hal tersebut penting dilakukan mengingat Kab. Kep. Anambas juga memiliki potensi yang besar untuk penyeberan virus corona karena aktivitas orang masuk sangat terbuka, khususnya kita di wilayah perbatasan.

Sementara itu, Sekda KKA Sahtiar mengatakan, bahwa Pemerintah Daerah atas intruksi Bupati KKA telah menindaklanjuti secara serius instruksi nasional terkait penanganan penyebaran virus Corona (Covid-19) dengan telah membentuk Tim Gugus Tugas Penanggulangan Corona Virus Disease – 19 (Covid-19) Tingkat Kab. Kep. Anambas.

Hal ini dikarenakan melihat masifnya penyebaran Virus Corona maka, Kata Sahtiar, kita perlu segera mengambil langkah kongkrit dilapangan.Pemerintah Daerah juga telah menyebarkan surat edarat baik itu dilarang berkumpul dengan jumlah yang ramai, bagi ada yang datang ke Anambas wajib dirumahkan terlebih dahulu, hingga 14 hari.

Terkait dengan belajar dirumah bagi siswa-siswi di Kab. Kep. Anambas mengingat disini masih ujian sampai dengan sabtu, namun insyaallah mulai dari hari senin akan diliburkan sekolah sampai dengan situasi dan kondisi dinyatakan aman oleh Pemerintah Pusat.

Sebelumnya, Sambung Sahtiar, maaf apabila undangan rapat sebelumnya tidak melibatkan DPRD, namun Pemerintah Daerah telah mengundang DPRD dalam rapat sebelumnya. Pemerintah Daerah berharap dan tetap bersama DPRD KKA dalam menangani dalam upaya penanggulangan Corona Virus Disease – 19 (Covid-19) di wilayah Kab. Kep. Anambas.

Wakil Ketua II DPRD KKA Ferdiansyah mengatakan, bahwa pada rapat terkait SK sebelumnya dan pembentukan gugus tugas sebelumnya dirinya tidak diberitahu, baru rapat sekarang sampaikan. Dia menambahkan Ketua DPRD mengingat Kabupaten Kepulauan Anambas ada 3 pulau besar antaranya adalah Pulau Jemaja, Pulau Siantan dan Pulau Palmatak, agar Dinkes membagi anggota dan staffnya untuk terus melakukan sosialisasi guna menunjang edukasi dan pengetahuan kepada masyarakat agar dapat mencegah serta mengantisipasi bahaya virus Covid-19 di Kab. Kep. Anambas.

Anggota DPRD KKA Fraksi PDI-P Yusli YS menyampaikan bahwa DPRD KKA meminta Pemerintah Kab. Kep. Anambas melakukan langkah langkah kongkrit dalam arti, status kita (emergency) Penanggulangan wabah Virus Corona Covid-19 di Anambas seperti apa.

Dia menyarankan dalam penanganan harus bekerjasama seluruh elemen yakni Pemerintah, DPRD, Aparat dan juga melibatkan masyakarat kita di Kab. Kep. Anambas. Upaya penanggulangan (Covid-19) di wilayah Kab. Kep. Anambas perlu perlakuan khusus,

“Kita harus punya target Alat Pelindung Diri (APD) dan masker serta Handsanitazer harus cepat sampai ke Anambas. Karena apabila di wilayah kita menemukan namun APD lengkap belum tersedia maka sama saja kita mengorbankan nyawa manusia. Kita harus sepakat antara Pemerintah Daerah dengan DPRD Kab. Kep. Anambas terkait apapun itu dimulai dari sekarang.

Anggota DPRD KKA Fraksi Gerindra Tetty Hadiyati mengatakan bahwa dirinya kecewa dengan rapat sebelumnya yang tidak melibatkan DPRD KKA, untuk kedepan, dia mengharapkan antara DPRD dan Pemda dapat bekerjasama dengan baik.

Dia mempertanyakan soal kejelasan status akreditasi RSUD Tarempa,apakah sudah dapat dinyatakan sebagai rumah sakit. Untuk itu DPRD KKA meminta kejelasan SOP terkait penanganan kasus virus corona ini. Tolong supaya kerjasama kita antara eksekutif dan legislatif dapat bersinergis, sehingga kedepannya kita lebih baik, apapun permasalahan kedepannya agar selalu dilibatkan.

Anggota DPRD KKA Fraksi PAN Jasril Jamal mengatakan, pemerintah daerah harus membuat surat edaran kepada camat dan kepala Desa terkait kapal kapal yang mau sandar di Pelabuhan ke desa sampai saat ini tidak menampung hingga waktu yang belum ditentukan. Jangan sampai masuk virus ke daerah kita.

“tiga perusahaan di Kab. Kep. Anambas ini, Start Energi, Primier Oil, dan Medco agar memberikan surat edaran kepada perusahaan agar menyampaikan kepada perusahaan untuk tenaga asing datang ke Anambas yang datangnya dari Jakarta, Batam, bahkan dari Tanjungpinang, saya juga berharap agar ada keseriusan dinkes, dimana surat edaran sudah keluar, jangan sampai kita tidak bekerja maksimal.

“Mulai besok antara pemerintah daerah dengan BP migas yang ada di Matak, terkait mobilisasi terhadap karyawan baik dari luar daerah maupun di luar negeri yang bekerja di perusahaan dapat selalu intensif diperiksa. Kita bisa menggunakan helikopter untuk evakuasi pasien Korona, besok saya akan cek juga di perusahaan, kita dipilih rakyat untuk memperjuangkan apa yang menjadi keinginan masyarakat.”tegasnya

Menanggapi usualan para anggota DEwan Kadinkes KKA Herianto mengatakan, Dinas Kesehatan akan segera menyampaikan kepada setiap Kecamatan, apabila adanya aduan masyarakat agar segera disampaikan mengingat perkembangan virus Corona sudah sangat massif di Indonesia.

Wakiil Ketua I DPRD KKA Syamsil Umri mengatakan, apabila di Kiabu, Batu belah, Nyamuk dan Munjan juga ada nelayan penampung ikan yang langsung berangkat ke luar daerah, agar dilakukan pengawasan secara langsung dan efektif, selain kapal pukat yang berasal dari luar. Jika terjadi seandainya pasien dibawa keluar Anambas tolong dipikirkan transortasi untuk membawa pasien rujukan.

Hasil rapat kerja, DPRD Kab. Kep. Anambas menyepakati dan menyetujui bahwa bersama Pemda KKA terkait Pembentukan Tim Gugus Tugas Penanggulangan Corona Virus Disease – 19 (Covid-19) Tingkat Kab. Kep. Anambas. (RS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here