Ditinggal Kedua Orangtua, Ainul Hidup Sebatangkara Berharap Perhatian Pemda Pemekasan

0
385

PAMEKASAN, Independennews.com — Mohammad Ainul Yaqin (16) Putra Almarhum Ahmadi dan Kamariyah, Pemuda asal Dusun Barat Desa Laden Kecamatan Kota Pamekasan ini hidup sebatang kara, paska ditinggalkan kedua orang tuannya yang lebih dahulu dipanggil Sang Khalik.

Dengan menempati rumah peninggalan orang tuanya sekarang kondisinya audah tidak layak dihuni karena bagian rumah sudah pada keropos. Bahkan bagian atap rumah sudah banyak yang berlubang.

Ainul panggilan akrabnya, sehari hari menjalani hidup berjuang sendiri semenjak ditinggal ayahnya karena meninggal dunia, hal itu dia alami pada saat duduk di bangku kelas 1 di sebuah sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP).

Sementara ibunya meninggalkan dirinya tanpa pamit, hingga sampai saat ini Ainul tidak tau keberadaan ibunya. Sejak ditinggal ayahnya, Ibu Ainun menghilang bak ditelan bumi.

” Ayah meninggal, ibu menghilang entah kemana. Sejak itulah saya hidup sebatang kara, ” ujar Ainun kepada independennews.com, saat ditemui di rumahnya, senin (2/4/18)

Saat ini Ainun sudah tidak mengeyam pendidikan semenjak ditinggalkan kedua orangtuanya. Sementara untuk bertahan hidup Ainun bekerja pada juragan pengepul barang rongsokan.

” Saya bekerja ikut bos pengepul barang bekas, Alhamdulillah dalam satu minggu saya dibayar sebesar Rp.150.000 persatu minggu,” kata Ainul

Sedangkan Rumah tinggal Ainun, merupakan rumah peninggalan ayahnya yang kondisinya sudah tidak layak dihuni akibat habis dimakan rayab, hal itu diperparah kondisi atap yang sudah bocor, bahkan kondisi rumah hampir tumbang.

Mengingat kondisi rumah dan ekonomi yang paspasan, Ainul berharap kepada pemerintah dan dermawan mau membantu dirinya untuk memperbaiki rumah tempatnya beristirahat.

Saat ini, Kata Ainun dirinya juga berusaha menabung uang dari hasil upah kerja pengepul barang rongsokan, meskipun berusaha menabung namun tak bisa untuk memperbaiki rumah peninggalan ayaknya.

” Selama ini saya tidur sendirian disebuah kursi,” ungkap ainun sembari mengusap wajahnya¬† (Anton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.