Dinilai Tidak Cermat, Penyaluran Bansos Berpotensi Penyimpangan

0
271
Foto : Kantor Dinas Sosial Musi Rawas

IndependenNews.com , MUSI RAWAS — Akibat Kepala Dinas Sosial, Kabupaten Musirawas, selaku Penguna Anggaran kurang cermat dalam menguasai ketentuan anggaran, sehingga membuat penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) berpotensi penyimpangan. Hal ini diketahui bedasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

Dalam LHP BPK RI, Perwakilan Sumatera selatan, dengan Nomor :32. C/LHP/XVIII.PLG/05/2017, tanggal 30 Mei 2017, diketahui. Dinas Sosial Musirawas melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD tahun 2016, telah menganggarkan dana senilai Rp 431 juta, untuk Belanja Barang dan Jasa yang akan disalurkan kepada Masyarakat, dengan realisasi senilai Rp 423 juta, atau sebesar 98,10 persen.

Secara uji petik dari hasil pemeriksaan BPK, bahwa untuk Dokumen Pertangunggjawaban atas realisasi belanja barang yang telah diserahkan kepada masyarakat, diketahui tidak dilengkapi dengan Naskah Perjanjian Hibah Daerah atau NPHD, dan Pakta integritas dari penerima hibah. Sehingga kondisi tersebut, selain tidak sesuai dengan Peraturan Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber dari APBD, sebagimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 14 tahun 2016. Kondisi tersebut juga mengakibatkan belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat atau pihak ketiga berpotensi disalahgunakan.

Hal ini disebabkan, Kepala Dinas Sosial, selaku Penguna Anggaran kurang cermat dalam menguasai ketentuan anggaran di SKPD nya.

Menanggapi hal ini Kepala Dinas Sosial Musirawas, Agus Susanto (15/02), mengatakan. Terkait temuan BPK tersebut, sesuai saran dan pendapatnya baik dalam temuan itu kekurangan administrasi maupun yang lainnya secara tertulis biasanya sudah kita tindaklanjuti melalui Inspektorat, Sedangkan yang bersifat adanya Potensi disalahgunakan dalam penyaluran barang, sebagimana dalam temuan BPK itu tidak benar.

“Dalam temuan LHP BPK tidak ada Penyaluran barang yang diduga disalahgunakan, itu tidak benar”, ungkap, Agus Susanto. (Hasbullah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.