Diduga Dipetieskan, Laporan Pengaduan 3 Tahun Tak Diproses Polrestabes Medan

0
585

MEDAN, INDEPENDENNEWS.COM — Sangat disayangkan jika laporan pengaduan (LP) masyarakat kepada Kepolisian selaku penegak Hukum tak memproses Laporan Pengaduan hingga 3 tahun berjalan.

Hal ini dialami warga Medan bernama Perananta Sembiring yang membaut laporan ke Polrestabes Medan pada tanggal 07 Desember 2017 dengan Nomor Laporan Pengaduan : SPTL/2422/XII/2017/ POLRESTABES MEDAN. Meskipun usia laporan sudah berumur tiga tahun belum ada tindak lanjut atas laporan Prananta Sembiring

Prananta Sembiring selaku pelapor kepada Independennews.com, Kamis (5/2/20) mengatakan, bahwa laporan pengaduan nya ke Polrestabes Medan sudah lama, sekitar 3 tahun lalu.

“Laporan pengaduan Saya pada tanggal 7 Desember 2017, hingga saat ini sudah berusia 3 Tahun, kalau anak lahir sudah bisa berjalan lancar. Laporan saya malah di peti eskan.” ujar Prananta Sembiring

Laporan tersebut, Kata Prananta Sembiring mengisahkan, Pada tanggal 27 September 2017 telah terjadi pembelian 1(satu) unit mobil dengan Nomor polisi BK 8240 Yi, merek Mitsubisi L300 pick Up warna coklat kenari, dijual oleh Suwandi Sihotang kepada Perananta Sembiring di jalan ngumban Surbakti. Dan pada saat transaksi jual beli mobil itu dilakukan, Suwandi Sihotang tidak menyerahkan surat BPKB mobil dengan alasan surat BPKB mobil nya terbakar.

Setelah berjalan selama 3 (tiga) bulan pemakaian, Kata Perananta Sembiring, mobil tersebut ditarik oleh pihak leasing SMS FINANCE di jalan jamin Ginting, tanpa ada pemberitahuan pada saat transaksi jual beli terjadi, bahwa mobil yang diperjual belikan Suwandi Sihotang, masih dalam setatus kredit.

“Saya dirugikan Rp50 Juta rupaih dengan uraian transaksi Jual Beli Rp22.500.000, dan uang perbaikan mobil Rp 27.500.00, sebab saat transaksi jaul beli mobil itu dalam keadaan rusak. Mobil di antar kerumah saya dengan diderek.” terang Perananta

Menindaklanjuti laporan pengaduan nya ke Polrestabes Medan, pada tanggal 2 Maret 2020, sekitar Pukul 15.35 WIB, Korban (Perananta Sembiring -red) menayakan kembali laporan pengaduan nya ke Sat Reskrim Polrestabes Medan, namun korban hanya menerima kata “Sabar ” dari petugas Bripda Ghazy Luthfi.

Atas tanggapan yang diperoleh Perananta Sembiring dari Kepolisian Sat Reskrim Polrestabes Medan, Dia berharap laporan pengaduan nya yang sudah lama itu segera ditindaklanjuti Polrestabes Medan.

“Saya nga habis pikir laporan saya sudah tiga tahun tak diproses.” ucapnya dengan wajah sedih bercampur kesal.(Firman Ginting)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here