Independennews.com | Pemalang – GP (22) diketahui seorang mahasiswa jurusan kedokteran di salah satu kampus ternama yang ada di Jawa Tengah, diduga bersama ditemani sejumlah orang telah melabrak rumah seorang wanita muda berinisial DM, sekaligus diduga melakukan penganiayaan.
Dari keterangan yang berhasil dihimpun independennews.com, GP sekitar hari Rabu, tanggal 29 Januari 2025 malam, mendatangi rumah DM bersama beberapa orang yang tidak dikenal.
“Awalnya GP terduga pelaku mematikan meteran listrik rumah DM (di off kan, kemudian dinyalakan kembali oleh GP), setelah itu GP mendobrak pintu depan (ruang tamu), selanjutnya GP naik ke lantai dua dan kemudian mendobrak pintu DM lalu menyeretnya dari lantai dua hingga ke lantai satu,” beber S, salah satu narasumber yang tak ingin namanya di publikasikan. Jum’at (21/2/2025).
“Setau saya, kasus dugaan penganiayaan itu sudah di laporkan ke pihak kepolisian (Ke Polres Pemalang). Tapi sampai saat ini belum tau informasi lebih lanjut terkait prosesnya,” imbuhnya.
“Saudara G malam itu datang bersama lima orang, siapa saja mereka saya tidak tahu persis,” kata saksi yang saat itu berada di lokasi.
Dari beberapa informasi diketahui DM diduga menjadi wanita idaman lain dari ayah GP (terduga pelaku), sehingga atas dasar kehormatan keluarga itulah peristiwa tersebut terjadi.
Peristiwa tersebut juga dibenarkan oleh narasumber lain. Kepada kami tim awak media, ia mengatakan bahwa, peristiwa dugaan penganiayaan tersebut terjadi pada Rabu, tanggal 29 Januari 2025, malam.
Saat itu GP (terduga pelaku penganiayaan) mendatangi rumah DM yang beralamat di Jl.Laksda Yos Sudarso, Widuri, Pemalang, lantaran ayah dari terduga pelaku diduga ada main dengan (DM).
“Menurut keterangan dari beberapa saksi, terlihat korban teriak – teriak saat malam kejadian, lantaran rumahnya di datangi GP bersama beberapa orang tak dikenal,” ujarnya.
“Ternyata saat itu GP diduga telah menyeret DM dari lantai atas (lantai dua) sampai ke lantai satu. Setelah itu korban disuruh berlutut dan mencium kaki dari ibu terduga pelaku,” ungkap narasumber.
Informasi yang beredar diduga itu masalah keluarga. Diduga DM menjadi orang ketiga yang merusak keharmonisan keluarga besar GP.
Saat dikonfirmasi, GP mengakui adanya kejadian tersebut, namun pihaknya membantah telah melakukan penganiayaan terhadap DM. Ia mengklaim hanya merangkul dan membawa korban keluar tanpa menggunakan kekerasan.
“Saya tidak pakai tenaga saat itu, ya mungkin dia laporannya gimana? mungkin saja dalam laporannya dia bilang telah dianiaya,” kata GP melalui sambungan telepon pada Jum’at (21/02/2025) oleh tim media.
“Kami juga sedang berusaha untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan,” sambung GP.
Sebagai informasi, peristiwa tersebut diduga dipicu lantaran pihak GP geram, karena sang ayah ada hubungan asmara dengan DM. Saat tim awak media menggali informasi lebih lanjut terkait siapa ayah dari seorang GP. Diduga ayahnya adalah seorang dokter berinisial R yang berdinas di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Pemalang (RSUD dr. Ashari). (Tim)