Pedagang Pasar Induk Jodoh Gelar Aksi Demo, Minta Keadilan Pemko Batam

0
137

Independennews.com, Batam – Ratusan pedagang melakukan aksi demonstrasi menuntut pertanggungjawaban Pemerintah Kota (Pemko) Batam atas penggusuran Pasar Induk Jodoh yang menyebabkan kematian salah seorang pedagang, Friska Ginting (42).

Ketua Lembaga Investigasi Tipikor Aparatur Negara, Panahatan Nainggolan menyampaikan bahwa dirinya merasa sangat terpukul dengan adanya kejadian tersebut. Dirimerasa terpanggil untuk mewakili masyarakat untuk menyuarakan tuntutannya.

“Aksi ini merupakan aksi menuntut keadilan atas perlakuan pemerintah kota Batam atas penggusuran yang dilakukan di pasar Induk yang mengakibatkan satu orang pedagang disana yang meninggal,” kata Panahatan saat diwawancarai di Lobby DPRD Kota Batam, Rabu (28/7/21).

Ia mengatakan, kematian Friska Ginting dikarenakan shock ketika melihat alat berat dan ratusan Tim Terpadu datang ke pasar Induk untuk melakukan penggusuran.

“Berdasarkan informasi yang saya terima, ibu Friska meninggal karena shock akibat penggusuran itu, setelah shock beberapa jam kemudian meninggal,” ujar Panahatan.

Lanjut kata Panhatan, sebelumnya komunitas pasar Induk telah melaporkan kejadian ini ke Polda Kepri, namun laporan tersebut ditolak.

“Laporan tersebut ditolak, lalu mereka bersama-sama mendatangi Pemko dan DPRD Batam, ternyata sampai saat ini tidak ada satupun anggota dewan yang menjawab pertanyaan rakyat,” tuturnya.

Dalam aksi tersebut, Panhatan meminta agar Pemerintah Kota Batam menanggapi serius akan hal ini. Dirinya merasa kecewa dengan aturan PPKM yang terkesan hanya berlaku pada masyarakat kecil saja.

“Saya mohon kepada pemko Batam untuk menanggapi serius, inikan rakyat sedang kesusahan, tolonglah diperhatikan, jangan biarkan rakyat berjuang sendiri , kalo diterapkan aturan PPKM ya, masa dibuat aturan PPKM tapi aparat datang berbondong-bondong kan itu juga melanggar PPKM,” tegasnya.

Ia mengaku bahwa tindakan yang dirinya lakukan murni berasal dari dirinya pribadi dan tidak ada intervensi dari pihak lain.

“Ini tidak ada delegasi dari pihak keluarga, melainkan murni dari saya pribadi, saya independen,” tutupnya.(SOP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here