Independennews.com | Padang – Seorang peserta UTBK 2025 Universitas Negeri Padang (UNP) sesi ke-9, Zahra Salsabilah, mengalami musibah saat dalam perjalanan menuju lokasi ujian pada Minggu pagi, 27 April 2025.
Zahra terjatuh dari sepeda motor dan mengalami luka ringan. Beruntung, berkat respons cepat dari Posko Informasi UTBK UNP, Tim Keamanan, dan UPT Layanan Kesehatan UNP, ia tetap bisa mengikuti ujian sesuai jadwal.
UNP kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi peserta UTBK. Begitu tiba di posko, Zahra langsung mendapat bantuan dari petugas keamanan yang segera membawanya ke Klinik UNP untuk penanganan medis.
“Pelayanannya cepat sekali. Sampai posko langsung dibantu, diantar ke klinik, lalu dibantu juga oleh kakak-kakak dan ibu-ibu di sana. Setelah itu saya langsung diantar ke ruang ujian,” ungkap Zahra kepada Humas UNP.
Petugas keamanan UNP, Bayu, menyampaikan bahwa sejak awal pelaksanaan UTBK, seluruh personel telah dibekali arahan untuk memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan peserta.
“Kami sudah dibriefing dari pimpinan. Semua pelayanan harus maksimal supaya peserta bisa ujian dengan lancar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPT Layanan Kesehatan UNP, dr. Lily Yanwar, menegaskan kesiapan tim medis dalam menangani kejadian darurat selama pelaksanaan UTBK.
“Kami berusaha memastikan kondisi kesehatan, seperti mual, muntah, atau kecelakaan ringan, tidak menghalangi peserta untuk tetap mengikuti ujian,” jelasnya.
Ia menambahkan, selama UTBK tahun ini, setidaknya ada lima kasus gangguan kesehatan ringan yang berhasil ditangani dengan cepat. Semua peserta tersebut tetap dapat melanjutkan ujian berkat layanan tanggap dari tim medis.
“Pesan kami kepada peserta: jaga kondisi fisik, jangan panik, dan percayakan kepada tim kesehatan UNP jika terjadi sesuatu. Kami siap memberikan pelayanan terbaik hingga UTBK berakhir,” tambah dr. Lily.
Zahra mengisahkan bahwa kecelakaan terjadi saat ia mengendarai motor menuju kampus. Di tengah perjalanan, seorang pengendara di depannya tiba-tiba menghindari lubang tanpa menyalakan lampu sein. Zahra yang mengira motor itu akan tetap lurus, justru mempercepat laju kendaraannya.
“Pas abang itu belok tiba-tiba, saya kaget, lalu menabrak dan jatuh,” ceritanya.
Meski sempat menangis karena khawatir tidak bisa ikut ujian, Zahra berusaha bangkit dan dibantu warga sekitar yang mengarahkan ke Posko UTBK UNP. Tim keamanan yang berjaga segera membawanya ke klinik untuk diperiksa hingga akhirnya ia dapat melanjutkan ujian dengan aman.
Insiden ini menjadi bukti nyata kesiapan dan kepedulian UNP dalam menyelenggarakan UTBK yang aman, nyaman, dan ramah peserta. (Dion)