Independennews.com | Batusangkar – Dalam rangka membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba, SMA Negeri 2 Batusangkar bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh menggelar sosialisasi bahaya narkoba pada Jumat (13/9).
Acara ini menghadirkan Benni Ashar, perwakilan BNN Kota Payakumbuh, sebagai narasumber. Ia menyampaikan materi seputar dampak buruk narkoba terhadap kesehatan, pendidikan, hingga masa depan generasi muda.
Dalam pemaparannya, Benni menjelaskan tentang Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif lainnya (Narkoba), termasuk bahaya kecanduan, proses rehabilitasi, serta konsekuensi hukum bagi penyalahgunanya.
“Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah fungsi otak dan sistem saraf, sehingga memengaruhi pikiran, perasaan, kesadaran, dan perilaku seseorang. Zat ini berpotensi menimbulkan kecanduan dan seringkali disalahgunakan, yang akhirnya menimbulkan masalah kesehatan, hukum, dan moral,” jelasnya.
Ia menambahkan, narkoba dapat merusak fungsi otak yang berakibat pada perubahan persepsi, suasana hati, serta kesadaran. Selain itu, penyalahgunaan narkoba juga memicu masalah hukum dan sosial yang serius.
Kepala SMA Negeri 2 Batusangkar, Aprianis, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kehadiran BNN Payakumbuh di tengah siswa-siswi.
“Kegiatan ini sangat penting agar pelajar memahami bahaya narkoba sejak dini. Harapan kami, anak-anak bisa menjadi duta anti-narkoba di lingkungannya masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh hari ini hendaknya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan, bahkan banyak yang mengajukan pertanyaan dalam sesi diskusi. Sosialisasi ini juga ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama untuk menjauhi narkoba.
Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 2 Batusangkar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah dalam memerangi narkoba demi terwujudnya generasi cerdas, sehat, dan berprestasi. (Dioni)