Independennews.com | Padang – Himpunan Mahasiswa Departemen Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang (UNP), sukses menyelenggarakan kegiatan Basic Training Organizing (BTO) 2025, yang mengusung tema “Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan dan Tanggung Jawab Mahasiswa untuk Mewujudkan Generasi Pemimpin yang Visioner dan Berintegritas.”
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Pelaksana Silvyna Sya’bani dan bertujuan memberikan pembekalan dasar dalam berorganisasi serta membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa yang kuat, tangguh, dan berintegritas. Acara berlangsung pada 25 Mei 2025.
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNP, Prof. Dr. Afdhal, M.Pd., Kons., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap BTO dapat membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman yang relevan dalam dunia organisasi kemahasiswaan.
Kepala Departemen Administrasi Pendidikan, Dr. Sulastri, M.Pd., dalam sambutannya menekankan lima harapan utama dari pelaksanaan BTO:
Kegiatan ini turut menghadirkan dua narasumber inspiratif, Miswarman, S.Pd. dan Fajar Rezky Novra, S.Pd., yang merupakan alumni Departemen Administrasi Pendidikan UNP dan telah berpengalaman luas dalam dunia organisasi.
Acara berlangsung di Aula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNP dan dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Kepala Laboratorium Administrasi Pendidikan Hade Afriansyah, M.Pd.; Pembimbing HMD Dr. Merika Setiawati, M.Pd.; serta dosen-dosen Departemen Administrasi Pendidikan seperti Dr. Novriyanti Achyar, M.Pd.; Sari Febrianti, M.Pd.; Dr. Tia Ayu Ningrum, M.Pd.; dan Dra. Enceria Damanik, M.Ed., Ph.D.
Ketua HMD, Randi S. Febrian, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 176 mahasiswa angkatan 2024 dengan antusiasme yang tinggi, dibuktikan melalui partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
Departemen Administrasi Pendidikan berharap, melalui BTO, mahasiswa dapat berkembang menjadi pribadi yang inovatif, bermartabat, dan bereputasi internasional.
“Melalui BTO, kita belajar berbicara, berpikir, dan bertindak secara bermakna. Kemampuan berorganisasi tidak diwariskan, tetapi dibentuk melalui proses belajar dan kemauan untuk berkembang. Kita dilatih bukan untuk menjadi hebat sendirian, melainkan untuk tumbuh bersama dan menghebatkan yang lain,” ujar Randi menutup kegiatan. (Dioni)