Aliansi Mahasiswa Politeknik Gihon, Desak Pemerintah Tutup Kampus Politeknik Gihon Siantar

0
545

Pematang Siantar, Aliansi Mahasiswa Gihon mendesak Dinas Terkait untuk menutup kampus politeknik Gihon di jln bahagia no 1 Kampung Kristen Pematang Siantar,  pasalnya Aliansi Mahasiswa Gihon menilai Yasasan dan Management Gihon telah melakukan pembohongan publik dan pembohongan terstruktur kepada orang tua mahasiswanya.

Demonstrasi yang dilakukan pada pagi Senin 21 September 2020 adalah lanjutan demonstrasi sebelumnya pada Sabtu 19 September 2020, dalam Orator demo Andry Napitupulu mengatakan, bahwa Kampus politeknik Gihon telah melakukan perubahan peraturan dan pelanggaran kesepakatan awal tentang Uang kuliah gratis bagi mahasiswanya sampai tamat.

Selain itu Andry Napitupulu juga menuntut agar Izasah SD SMP dan SMA para mahasiswa yang ditahan kampus sama sekali tidak memiliki dasar hukum.

BACA JUGA :

Orasi yang digelar selama lebih 1 jam tersebut berlangsung tegang walaupun Direktur Peliteknik Gihon Ir.Hasanuddin MT tidak berani keluar menjumpai para mahasiswa dan memilih ngumpet di dalam ruangan, diduga karena ketakutan, pasalnya problem ini muncul sejak dirinya diangkat menjabat sebagai Direktur di Perguruan Tinggi swasta tersebut. Kekakuannya disinyalir karena banyaknya perubahan system’ perkuliahan dan magang yang dilakukannya di poltek Gijon tersebut, mulai dari system pengiriman magang Jepang dan Kapal Pesiar, Mewajibkan Uang Kuliah dengan Melanggar perjanjian awal tentang uang kuliah dan penahanan Izasah SD SMP dan SMA para mahasiswanya, dimana sang direktur yang gagah perkasa ini sebelumnya tidak pernah terlibat di management poltek Gihon Pematang Siantar.

BACA JUGA :

Ketegangan muncul ketika adik ketua Yayasan yang juga ketua program magang Jepang Rudi Sirait menemui para demonstran dan terlihat cekcok dengan salah satu aktifis yang ikut hadir menyaksikan demo tersebut. Pasalnya aktivis tersebut tidak mau memberitahukan siapa dirinya karena alasan pribadi dan personalitinya.

Kepada Independen News salah satu dosen Poltek Gihon yang tidak bersedia disebut namanya mengatakan bahwa Kampus tidak diperbolehkan melakukan perubahan perjanjian dengan seenaknya dimana menurut dia bahwa uang kuliah gratis yang dijanjikan Yayasan diawal ditengah jalan di haruskan membayar uang kuliah dan ini sangat memberatkan orang tua para mahasiswa sendiri dan jelas jelas melanggar perjanjian awal dimana mahasiswa disebut mendapat beasiswa uang kuliah selama mengikuti pendidikan sampai tamat.

BACA JUGA :

Disisi lain Ketua Yayasan Politeknik Gihon Pematang Siantar kepada Independen News melalui sambungan WhatsApp mengatakan bahwa aksi mahasiswanya adalah hal biasa karena hak setiap orang bebas mengeluarkan pendapat dan itu biasa katanya, menjawa tentang adanya ketentuan penebusan 4.000.000 atas Izasah SD SMP dan SMA yang ditahan di kampus, James Sirait mengatakan itu tidak betul, semua kita lakukan sesuai kesepakatan di awal katanya.

Salah satu orang tua mahasiswa yang dihubungi Independen News P Silaban mengatakan sangat kecewa dengan kampus politeknik Gihon Pematang Siantar, pasalnya keputusan ditengah jalan merubah perjanjian dan membebankan uang kuliah menjadi hal yang sangat memberatkan dan tindakan inkonsistensi dan merupakan perbuatan melanggar hukum.

Silaban menambahkan bahwa penahanan Izasah SD SMP dan SMA itu tidak ada dasar hukum nya apalagi harus di tebus 4.000.000 rupiah.ini tidak masuk akal katanya.

BACA JUGA :

Ditambahkannya situasi pandu covid 19 saat ini memukul semua ekonomi orang tua mahasiswa sehingga jika politeknik Gihon benar benar menagih penebusan Izasah anak anak nya, maka dia dan beberapa orang tua korban inkonsistensi politeknik Gihon ini akan menempuh jalur Hukum, tidak ada cara lain, kita harus tempuh jalur hukum demi masa depan anak anak,

“Dan anak anak butuh izasah tersebut untuk melamar kerja jika benar-benar politeknik Gihon ini ditutup,” ujarnya

Disingung tentang penutupan Gihon orangtua mahasiswa Gihon ini mengatakan lebih baik dari pada kampusnya malu maluin karena 2 tahun anaknya kuliah disitu kampus ini telah 2 kali pindah gedung.
(Tim)

BACA JUGA :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here