Independennews.com | NTT – Suasana Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang terasa hangat, Rabu (1/10), saat sebanyak 100 pekerja migran asal Kota Kupang berkumpul dalam kegiatan LENTERA (Literasi Keuangan Digital untuk Pekerja Migran Indonesia). Program ini menjadi wujud nyata sinergi Bank Indonesia Provinsi NTT bersama Pemprov NTT, Pemkot Kupang, OJK, serta Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT, untuk membekali para pahlawan devisa sebelum mereka berangkat bekerja ke luar negeri.
Kegiatan ini bukan sekadar edukasi teknis, tetapi juga upaya melindungi mimpi dan jerih payah pekerja migran serta keluarganya. Melalui edukasi literasi keuangan dan perlindungan konsumen, pekerja migran diharapkan mampu menghindari jebakan remitansi ilegal sekaligus memastikan hasil kerja keras mereka dapat sampai dengan selamat ke keluarga di kampung halaman.
Sinergi untuk Perlindungan Pekerja Migran
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Rio Khasananda, menegaskan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor agar devisa yang dihasilkan PMI dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kami berkomitmen meningkatkan literasi keuangan digital bagi PMI agar lebih terlindungi, serta mendorong pemanfaatan layanan remitansi resmi yang aman, efisien, dan berdaya saing. Inovasi sistem pembayaran, termasuk QRIS Cross Border, akan menjadi instrumen penting memperkuat ekosistem keuangan pekerja migran,” ujarnya.
Ketua Tim Kerja Pemberdayaan BP3MI NTT, Ujang Agus Sugema, menambahkan bahwa perlindungan pekerja migran tidak hanya diberikan ketika mereka berada di luar negeri, tetapi juga sejak persiapan keberangkatan hingga kembali ke tanah air.
“Kami ingin PMI asal NTT tidak hanya menjadi kontributor devisa, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
Senada, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, Thomas Didimus Dagang, menyampaikan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar untuk mendampingi PMI agar mereka merasa lebih tenang, aman, dan terlindungi.
Inspirasi dari Pekerja Migran
Acara LENTERA juga menghadirkan materi beragam, mulai dari edukasi digital, layanan remitansi resmi, hingga kisah inspiratif pekerja migran asal NTT yang telah lama berjuang di luar negeri. Salah satunya, Damaris Haba Bangngu, yang membagikan pengalaman hidupnya selama 11 tahun bekerja di Singapura. Kisah perjuangannya menjadi motivasi bahwa kerja keras di negeri orang dapat memberi arti besar bagi keluarga dan daerah asal.
Komitmen Jangka Panjang
Ke depan, Bank Indonesia bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk melanjutkan program edukasi serupa. Harapannya, pekerja migran asal NTT semakin siap menghadapi tantangan global, dan setiap rupiah hasil keringat mereka kembali dengan aman ke tanah air, menjadi terang bagi keluarga yang menanti.
(Marvhelino)