Bantuan Sosial Tunai Sebesar Rp 14,547 Miliar Rupiah di Kota Batam Kurang Tepat Sasaran, Siapa Yang Bertanggung Jawab?

0
187

BATAM, INDEPENDENNEWS.COM — Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) yang disalurkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) di Kota Batam, yang disalurkan melalui kantor pos sejak hari Kamis tanggal 14 Mei 2020 diduga kurang tepat sasaran.

Sebagaimana penerima Batuan Sosial Tunai di Kelurahan Sei Pelunggut. Dimana berdasarkan data penerima, banyak penerima yang justru taraf ekonominya lebih baik namun terdaftar sebagai penerima manfaat dari BST tersebut.

Sedangkan masyarakat miskin yang jauh lebih layak untuk menerima manfaat dari Bantuan Sosial Tunai senilai Rp.600 ribu dari Pemerintah tersebut, hanya dapat mencium aroma dari bantuan tersebut.

Bahkan si miskin hanya menjadi penonton sambil menelan ludah menyaksikan si kaya saat menerima Bantuan Sosial Tunai yang disalurkan oleh Pemerintah saat ini.

Camat Sagulung Reza Khadafi yang dimintai keterangan terkait pendataan penerima Bantuan Sosial Tunai, Jumat (15/05/2020) tidak sedikitpun memberikan jawaban.

Sebaliknya Camat Sagulung Reza Khadafi hanya mengirimkan nomor kontak Saptono, yang diketahui sebagai Ketua TKSK Kecamatan Sagulung.

Ketua TKSK Kecamatan Sagulung yang dimintai keterangan terkait pendataan penerima Bantuan Sosial Tunai yang dinilai kurang tepat sasaran, Sabtu (16/05/2020) mengatakan bahwa pendatan tersebut melalui data dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) dan tambahan kuota untuk diajukan oleh RT/RW.

“Data dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) dan tambahan kuota untuk diajukan oleh RT/RW melalui pencacah direkap diusulkan ke Dinsos agar dilaporkan secara online ke Kemensos,” jelasnya.

Menurut Saptono pendataan ini dilakukan bulan April dan diperpanjang hingga bulan Mei.

Saptono juga mengakui bahwa pendataan penerima Bantuan Sosial Tunai April 2020 ini dilakukan agak tergesa-gesa. Sehingga pendataan ini dilakukan tanpa melakukan survei dilapangan.

Pelaksanaan pendataan yang terkesan di gesa ini, mengakibatkan penyaluran Bantuan Sosial Tunai banyak yang kurang tepat sasaran.

“Pencacah terima berkas dari RT/RW dan dari Pusdatin tidak sempat di survei karena waktu mepet,” jelas Saptono Ketua TKSK Kecamatan Sagulung.

Kepala Dinas Sosial Kota Batam maupun Walikota Batam, HM.Rudi belum dimintai keterangan terkait dugaan pendataan penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) yang terkesan asal-asalan dan tidak tepat sasaran ini.(Ls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here