Independennews.com, LINGGA | Pengadaan belanja penerangan lampu (Solar Cell) yang diperuntukan untuk penerangan rehab lapangan volly di Desa Persing Kecamatan Singkep Pesisir Kabupaten Lingga bermasalah, pasalnya seharusnya berwenang atau yang berhak untuk belanja lampu penerangan/solar cell tersebut adalah pelaksana kegiatan atau Tim Pengadaan Barang dan jasa.
“Pembilian barang tersebut dilakukan langsung oleh Oknum Kepala Desa, bahkan pembelian yang dilakukan oknum kepala desa itu tanpa diketahui oleh Tim Barang dan jasa Lampu solar cell, barang yang dibeli sudah 3 unit dengan harga 17 juta”, Ujar Rani anggota Tim Barang dan Jasa Desa Persing. Senin (19/6/2023)
Dikatakan Rani, bahwa dalam usulan yang sudah disetujui bersama, tidak ada di usulan pembelian solar cell, jika ada perubahan di dalam rab seharusnya Tim Barang dan Jasa desa ikut dilibatkan, selain itu yang berhak dalam pembelian pengadaan barang berupa solar cell adalah Tim Barang Dan Jasa karena sebagai pelaksana kegiatan.
“Bukan ujuk-ujuk langsung dibeli oleh kepala desa, seperti ini, kami Tim tak mau bertanggung jawab jika nantinya rehab lapangan volly ini bermasalah,”cetus Rani
Atas kesalahan wewenang yang dilakukan Oknum Kepala Desa itu, Sekretaris Desa Persing Junaidi menyampaikan, bahwa dirinya tidak akan memberikan tanda tangan.
“Saya tidak akan menanda tangani Surat Perintah Pembayaran pembelian Solar cell yang di beli langsung kepala desa untuk penerangan lapangan volly dan saya tidak mau ikut campur dan dilibatkan dalam hal ini” Katanya.
Rani menambahkan, sebelumnya pada tahap pengajuan dan di setujuai rehab lapangan tersebut di anggarkan sebesar 130 juta lebih, tidak dilengkapi dengan solar cell, tampa musyawarah rab berubah, yang tadinya tampa penerangan tetapi kemudian muncul dalam RAB.
“Rehab yang seharusnya untuk peningkatan pembangunan lapangan volly, menjadi tidak berkualitas, karena seharusnya dalam rencana bangunan lapangan Volly memakai besi terpaksa di hilangkan, selain itu volumenya juga harus dikurangi, semula dalam rab pakai besi tetapi tidak dilakasnakan karenakan danannya dipakai untuk membeli solar sel,”ungkap Rani.
Akibatnya, tambah Rani, baru beberapa dua bulan usai dibangun sudak rusak, retak dimana mana, dan terkait mutu dan kualitas bangunan rehab, sudah disampaikan, jika lantai lapangan tidak memakai besi bangunan tersebut tidak kuat.
” kami dari Tim tidak bisa berbuat banyak, karena rab berubah harus tetap di kerjakan, walaupun dengan rasa kecewa,” Tutup Rani. (juhari)