Alamak ! SMPN 2 Silau Jawa Asahan, Muridnya Belajar di Lantai

IndependenNews.com, Asahan | Kepala Sekolah (Kepsek) Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Silau Jawa, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Zahrilla, S.Ag akhirnya menghubungi wartawan yang telah mengkonfirmasi dirinya, dan menjelaskan duduk masalah kenapa murid-muridnya belajar dilantai, Jum’at (02/09/2022) sekitar pukul 17.00 Wib.

“Pak kalau mau bapak beritakan silahkan pak, karena saya baru delapan bulan menjabat sebagai Kepala Sekolah disini, apalah yang bisa saya perbuat dengan waktu delapan bulan, saya tidak punya uang untuk membeli meja dan kursi sebanyak 20 set untuk murid-murid yang beragama Kristen saat mengikuti mata pelajaran Agama,” ucap Zahrilla,S.Ag

Lanjut Zahrilla mengatakan, Ia mengetahui siapa yang memberikan informasi kepada wartawan terkait siswa nya yang beragama kristen duduk dilantai saat proses belajar mengajar berlangsung.

“Saya tahu dengan pasti jika orang bapak dapat informasi adanya murid-murid saya belajar di lantai pastilah dari Pak M.simatupang, S.Pd selaku guru agama Kristen di sekolah saya. Mungkin dia tersinggung karena saya telah melakukan pembinaan terhadapnya melalui surat teguran, namun itu saya lakukan bukan tanpa alasan mengingat M.Simatupang, S.Pd sudah enam bulan tidak masuk mengajar, dan saya bisa menunjukkan buktinya kepada bapak dari daftar hadir selama saya menjabat Kepsek di SMPN 2 Silau Jawa BP Mandoge,”ujar nya menuding Guru M Simatupang

Zahrilla,S.ag mengaku, sangat senang apabila diberitakan terkait siswa nya yang belajar di lantai, ia juga mengaku berterima kasih jika berita tentang muridnya yang belajar dilantai agar masyarakat mengetahui kondisi sebenarnya.

“jadi kalau orang bapak beritakan saya sangat senang dan berterimakasih ke orang bapak, mudah-mudahan dengan diberitakan orang bapak, pihak Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Kabupaten Asahan bisa lebih respon terhadap pengajuan yang sudah saya buat sebelumnya,” pungkasnya.

Sementara Tecy Septerio Smjk dari Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (DPC.AWPI) Kabupaten Asahan mengatakan, “Kita sangat menyayangkan dengan cerita ini, bagaimana mutu pendidikan di kabupaten Asahan bisa baik jika masalah bangku dan kursi yang seharusnya menjadi persyaratan utama untuk aktivitas belajar tidak bisa dilengkapi.

“kita patut mempertanyakan ke Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Asahan, apakah memang SMPN 2 Silau Jawa BP Mandoge selama ini tidak pernah mendapat Dana Operasional Sekolah (BOS),” tutupnya. (SS)

You might also like