Alamak.,Kasus Lakalantas Setahun Silam Baru Disidangkan , Keluarga Terdakwa Kecewa

0
588

IndependenNews.com, Sampang- ,Rasa Kecewa dari keluarga terdakwa kasus kecelakaan Lalu Lintas. Pasalnya kasus yang melibatkan remaja ini baru disidangkan di pengadilan negeri sampang pada hari Kamis tanggal 15 Juni 2017.

Kasus kecelakaan tersebut terjadi setahun lalu, tepatnya pada tanggal 17 Juli 2016 lalu di Jalan Kusuma Bangsa, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, Kota Sampang, Jawa Timur.

“Motor yang dikendarai Yasin Mukim (23) warga Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun, Sampang, menabrak Sosuno (34) warga jalan Rajawali, kota sampang, ketika korban sedang berolahraga pagi.

Berdasarkan keterangan yang berhasil di himpun Independennews.com, ayah kandung terdakwa Ahmad Junaidi mengaku kecewa, karena menurutnya kejadian tersebut setahun lalu, bahkan kasus yang menimpa  putranya sempat tidak dipermasalahkan dalam waktu sebelas ini. Kami mengira bahwa kasus tersebut sudah selesai.

“setelah kejadian kami sudah berusaha untuk memberikan partisipasi kepada korban, meski sedikit kami sudah membantu keluarga, walaupun kondisi keluarga kami hidup dalam kekurangan. Upaya untuk berdamai yang kami lakukan memang ditolak keluarga korban dengan mengembalikan bantuan yang kami berikan.” kata Junaidi saat ditemui Independennews

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, H . Abd Razak, SH, S.Pd. mengatakan tidak Saksi mata yang melihat kejadian di TKP, korban hanya oleng ketika berpapasan dengan mobil yang tak dikenal, sehingga mengenai kendaraan terdakwa.

“Itu hanya oleng saat berpapasan atau menghindar dari mobil yang tak dikenal, sehingga dia jatuh dan mengenai spion motor terdakwa, jadi kalau terdakwa dianggap menabrak, itu tidak benar, dan semua saksi-saksi yang dihadirkan tidak ada yang melihat kejadian di TKP,”katanya

Humas Pengadilan Negeri Sampang, Darmo Wibowo M, saat dikonfirmasi mengenai keterlambatan penanganan kasus lakalantas tersebut, dia menampik jika hal itu keterlambatan dari pihaknya. Namun menurutnya masalah keterlambatan tersebut adalah wewenang pihak Kejaksaan dan Kepolisian.

“Kami hanya menindak lanjuti apabila ada berkas masuk pada kami, kalau masalah lambatnya hal itu bukan ranah kami, karena berkas masalah tersebut baru masuk sekitar dua minggu yang lalu” jelasnya.

Sementara pihak korban tidak memberikan jawaban saat ingin dikonfirmasi, “ sudah tidak usah mas” tutupnya sambil meninggalkan ruang persidangan.

(Adie/Anton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here