Independennews.com | Kupang, NTT – Langkah besar menuju digitalisasi layanan publik resmi diwujudkan di Kota Kupang. BRI Cabang Kupang bersama Pemerintah Kota Kupang menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui aplikasi BRImo.
Kerja sama ini memberikan kemudahan bagi masyarakat Kota Kupang untuk melakukan pembayaran PBB secara digital. Tanpa perlu antre di loket, cukup melalui ponsel, warga dapat menuntaskan kewajiban pajaknya dengan cara yang lebih cepat, aman, dan praktis.
Pemimpin Cabang BRI Kupang, Terri S. M. Tambun, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendukung program digitalisasi daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kerja sama ini adalah wujud nyata dukungan BRI terhadap penguatan ekosistem digital di Kota Kupang. Kami ingin menghadirkan layanan perbankan yang modern, transparan, dan efisien,” ujarnya kepada media, Selasa (23/9/2025).
Terri juga menekankan manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan BRImo, pembayaran PBB dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, tanpa membuang waktu di loket. “Kemudahan ini kami hadirkan agar layanan publik semakin ramah bagi warga,” tambahnya.
Selain mempermudah masyarakat, kerja sama ini juga mendukung Pemkot Kupang dalam optimalisasi penerimaan daerah. Melalui sistem digital, penerimaan PBB dapat dikelola secara lebih terkontrol, transparan, dan akuntabel, sekaligus memperkuat basis pendapatan daerah untuk pembangunan kota yang lebih baik.
Penandatanganan MoU dan PKS ini menjadi simbol sinergi antara dunia perbankan dan pemerintah daerah. Di balik kesepakatan tersebut, tersimpan harapan besar: layanan publik di Kota Kupang kini memasuki era baru—lebih sederhana, lebih cepat, dan benar-benar berpihak pada masyarakat.
Apakah Anda ingin saya buatkan juga opsi judul alternatif yang lebih menohok, misalnya:
“Akhir Era Antre Loket! PBB Kota Kupang Kini Bisa Dibayar Lewat BRImo”
“Digitalisasi Pajak Daerah: BRI & Pemkot Kupang Gandeng Tangan Hadirkan Layanan Modern”?
(Marchellino)