Hutan Sipoholon Dibabat Massif, Diminta Bupati Taput Evaluasi Dokumen Penebangan

Independennews.com | Taput–Diperkirakan Kerusakan lingkungan akibat pembabatan hutan di Kec.Sipoholon sudah mengkhawatirkan, sebab dalam 5 tahunan ini pembabatan secara masif dilakukan.

Bukan hanya kerusakan lingkungan, ekosistem hutan juga diyakini juga sudah rusak termasuk habitat dari hewan hewan maupun tanaman endemik yang ada di hutan Sipoholon.

Seperti diketahui, sejumlah hewan hewan endemik sumatera semisal rusa, kijang orang utan, harimau,Tapir dalam bahasa Batak disebut Sipan dan lainnya serta tanaman kemenyan, rotan yang habitatnya ada juga di hutan Sipoholon kemungkinan segera punah akibat pembabatan hutan yang massif.

Termasuk juga infrastruktur jalan yang terpantau rusak parah akibat muatan truk truk pengangkut kayu log dari Desa Rura Julu ke ibu kota Kecamatan Sipoholon.

Norris Hutapea seorang pegiat Sosial Kontrol Kab.Taput mengatakan, kerusakan hutan Sipoholon dan ekosistimnya diyakini sudah ditingkat kerusakan parah.

Sebab dari amatan selama beberapa tahun belakangan ini, pembabatan hutan Sipoholon tergolong massif. Hutan yang diperuntukkan untuk kelestarian habitat hewan ataupun tanaman endemik Kab.Taput dibabat terus menerus.

Untuk itu menurut Norris Pemkab Taput melalui Bupati perlu mengkaji ulang, dokumen, ijin serta UKL/UPL ataupun SPPL dari setiap pengusaha kayu yang ikut andil dalam membabat hutan Sipoholon.

“Kita harapkan dan minta Bupati JTP melalui dinas terkait mengkaji ulang dokumen, ijin, UKL/UPL ataupun SPPL dari setiap pelaku pembabatan hutan Sipoholon”ujar Norris.

Hal itu menurut Norris, agar kelestarian alam tetap terjaga. Kedepan generasi mendatang masih bisa melihat hewan ataupun tanaman khas dari hutan Sipoholon.
(Maju Simanungkalit)

You might also like