Simak !! Kronologi Dugaan Pelecehan Oleh Oknum Kepala Sekolah Di Batam

Ilustrasi (Dok. Shutterstock)

Independennews.com | Batam –  Oknum Kepala Sekolah SMK Negeri 8 Batam diduga melecehkan mantan siswanya, mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat.

Dari informasi yang dihimpun serta keterangan salah seorang guru SMK Negeri 8 Batam yang enggan disebut namanya mengungkapkan, bahwa Kepala Sekolah Baharuddin Sitepu, M.Pd., meminta dia  mengirim foto-foto alumni yang akan direkrut bekerja sebagai staf di sekolah tersebut. Rabu (19/6/2024) lalu.

Kemudian, dia mengirim foto-foto tersebut, dan Kepala Sekolah memilih “R” untuk menjadi staf di SMK Negeri 8 Batam.

Selanjutnya “R” dihubungi melalui telepon dan pesan WhatsApp untuk datang ke sekolah.

Ketika datang, “R” ditemani ibunya dan diarahkan masuk ke ruang Kepala Sekolah untuk wawancara serta diminta membuat surat lamaran kerja.

Dihari pertama bekerja, “R” tidak merasakan tanda-tanda mencurigakan meskipun diberikan banyak pekerjaan oleh Kepala Sekolah.

Lalu dihari kedua, Kepala Sekolah mengajak “R” berkeliling dan sesekali mengambil beberapa foto selfie.

Setelah itu,  “R” diberikan tugas mengetik, korban menyelesaikannya hingga petang hari. Lalu korban “R” mengirim pesan izin pulang karena pekerjaan telah selesai, namun Kepala Sekolah meminta “R” untuk tetap di sekolah dan menunggu.

Setelah pekerjaan selesai diperiksa, saat berpamitan, Kepala Sekolah menggenggam erat tangan “R” seraya menariknya ke dalam dekapan, mencium kening serta pipinya.

Saat dugaan pelecehan itu berlangsung “R” berusaha melepaskan diri dengan tertatih meninggalkan sekolah. Insiden bejat itu disaksikan oleh penjaga sekolah dan merasa curiga.

Malam harinya, “R” menceritakan kejadian tersebut kepada salah seorang guru yang kemudian melaporkannya pada tokoh masyarakat dan mantan Ketua Komite SMK Negeri 8 Batam, Saptono, S.H.

Kemudian, dilaporkan juga kepada Kacabdis Kota Batam dan diterima Pengawas Sekolah Isra, dan meminta keterangan dari “R” dan oknum Kepala Sekolah. Selasa (25/6/2024) lalu.

Oknum Kepala Sekolah Baharuddin Sitepu membantah segala tuduhan pelecehan tersebut.

Berikutnya, Kacabdis mengundang “R” untuk dimintai keterangan akibat kejadian tersebut. Jumat (28/6/2024).

Korban pelecehan  “R” itu mengalami trauma berat dan tidak lagi berani masuk kerja lagi.

Bukti chat WhatsApp antara korban “R” dan Kepala Sekolah juga disertakan sebagai bukti.

Sebelumnya, selain kasus “R” itu beberapa staf dan guru selama ini telah mencurigai hubungan Kepala Sekolah dengan salah satu staf berinisial AM.

Kepala Sekolah diduga sering memberikan perlakuan istimewa kepada AM, yang menimbulkan kecemburuan dan ketidakpuasan di kalangan guru.

Para guru dan staf berharap agar Baharuddin Sitepu tidak lagi ditempatkan sebagai Kepala Sekolah di SMK Negeri 8 Batam.

Mereka juga telah berencana membuat petisi yang akan diserahkan ke Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau untuk menangani kasus ini dengan cepat dan menjaga citra sekolah.

Hingga berita ini ditampilkan, awak media ini masih berupaya mengkonfirmasi dugaan pelecehan yang melibatkan oknum kepala sekolah SMA Negeri 8  Batam tersebut. (tbs)

You might also like