Padat Lalu Lintas Pelajar, Jalan Rusak Menuju SMKN 1 Tebing Karimun Mendesak Diperbaiki: Pemkab Karimun Jangan Tunggu Korban Lebih Banyak

Karimun — Ribuan pelajar setiap hari melintasi akses jalan menuju kawasan pendidikan di Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun. Di jalur ini berdiri sejumlah sekolah besar seperti SMKN 1 Tebing, SMA Binaan, MAN, hingga SMP yang menjadi pusat aktivitas pendidikan masyarakat.

Namun ironisnya, semangat para pelajar menuntut ilmu justru harus dibayar dengan ancaman keselamatan akibat kondisi jalan yang rusak parah, berlubang, sempit di sejumlah titik, dan minim fasilitas keselamatan lalu lintas.

Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan cukup serius terutama di titik pertigaan akses utama menuju sekolah-sekolah tersebut. Lubang menganga di badan jalan terlihat membahayakan pengendara, khususnya para pelajar yang mayoritas menggunakan sepeda motor saat berangkat maupun pulang sekolah.

Situasi menjadi semakin rawan karena jalur tersebut dipadati kendaraan pada jam sibuk pagi dan siang hari. Tidak sedikit siswa harus berjibaku menghindari lubang sambil berpapasan dengan kendaraan lain di ruas jalan yang sempit dan padat.

Warga sekitar mengaku kecelakaan sudah berulang kali terjadi di lokasi tersebut. Bahkan, sebagian besar korbannya merupakan pelajar.

“Sudah sering anak sekolah jatuh di sini. Ada yang masuk lubang langsung, ada juga yang jatuh karena menghindari jalan rusak lalu bertabrakan dengan kendaraan lain,” ungkap salah seorang warga dengan nada prihatin.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: sampai kapan pemerintah daerah membiarkan jalur pendidikan yang dilintasi ribuan pelajar setiap hari tetap berada dalam kondisi membahayakan?

Warga menilai, persoalan ini bukan lagi sekadar soal infrastruktur biasa, melainkan menyangkut keselamatan generasi muda yang setiap hari mempertaruhkan nyawa demi bisa sampai ke sekolah.

Masyarakat pun mendesak Pemerintah Kabupaten Karimun agar segera turun tangan secara serius melalui penganggaran APBD, bukan hanya melakukan tambal sulam sementara yang dinilai tidak menyelesaikan masalah.

Selain perbaikan total badan jalan, warga juga meminta pemasangan fasilitas keselamatan seperti rambu Zona Selamat Sekolah (ZoSS), marka jalan, hingga lampu lalu lintas di simpang tiga utama yang selama ini dikenal rawan kecelakaan.

“Tolong pemerintah jangan tutup mata. Jalan ini akses utama sekolah. Anak-anak setiap hari lewat sini. Kami butuh lampu lalu lintas, rambu sekolah, dan perbaikan jalan yang benar-benar serius,” ujar warga lainnya.

Sorotan juga datang dari Ketua Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Hatik Hidayati Setiowati, yang menegaskan bahwa keselamatan pelajar harus menjadi prioritas pemerintah daerah.

Menurutnya, kehadiran pemerintah tidak boleh hanya terlihat dalam seremoni pembangunan, tetapi harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama ketika menyangkut keselamatan anak-anak sekolah.

“Pemerintah harus hadir saat rakyat membutuhkan. Apalagi masyarakat selama ini sudah taat membayar pajak. Keselamatan generasi penerus bangsa tidak boleh diabaikan,” tegas Hatik.

Ia menilai kondisi tersebut seharusnya sudah cukup menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk bergerak cepat sebelum kembali memakan korban.

Masyarakat kini berharap ada langkah konkret dan cepat dari Pemkab Karimun serta instansi terkait, sebelum jalan rusak itu benar-benar berubah menjadi ancaman permanen bagi para pelajar.

Sebab bagi warga, pendidikan bukan hanya soal ruang kelas dan buku pelajaran, tetapi juga tentang bagaimana negara menjamin anak-anak dapat pergi dan pulang sekolah dengan selamat. [Nata]

You might also like