Sekda Kepri Minta Penerapan E-Goverment di Gesa

0
566
Arif Fadilla Saat memimpin Rapat terkait Penerapan e-government

TANJUNGPINANG, Independen News.com-Penerapan e-government perlu untuk digesa. Karena itu, diharapkan tim bisa menyelesaikannya secepat mungkin, sehingga bisa digunakan pada akhir Desember mendatang.

Demikian dikatakan Sekretaris daerah (Sekda provinsi) Kepri, Arif Fadilla, Selasa (25/7/2017) di Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Istana Kota Piring, Dompak, Tanjungpinang.

“Untuk membangun sebuah system e-goverment, perlu komitmen dari semua pihak. Bukan hanya komitmen dari Gubernur, namun juga komitmen dari DPRD serta dari semua OPD yang ada di Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Oleh karena itu, saya mengharapkan bantuan dari dinas terkait untuk ikut membantu penerapan e-goverment,” ujar Arif

Arif berharap, penerapan e-goverment bisa memberikan informasi yang selalu up to date tentang berbagai hal. Menyediakan data dan berbagai sumberdaya yang mungkin bila ditempuh secara konvensional, akan banyak memakan energi serta memiliki fasilitas interaksi antara anggota masyarakat dengan penyelenggara layanan publik, tanpa harus bertemu secara fisik.

“Jika sistem ini bisa berjalan, tentunya akan mempermudah kerja pimpinan terutama Gubernur Kepulauan Riau, untuk memantau dan mengontrol perkembangan pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau, karena data yang diberikan pada sistem ini merupakan data real time. Pimpinan bisa mengetahui secara pasti kegiatan mana yang belum berjalan, sedang bahkan kegiatan yang akan segera berakhir. Bahkan, dengan e government, tumpukan berkas diatas meja juga bisa berkurang,” ujar Arif.

Dalam kesempatan itu Arif, mengintruksikan kepada Dinas Kominfo, agar segera mengintegrasikan semua aplikasi yang ada pada setiap OPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Karena, saat ini banyak aplikasi yang dimiliki masing-masing OPD tidak terintegarasi pada satu data center.

Namun yang prioritas sekarang adalah mengintegrasikan 3 aplikasi terdahulu, yaitu e-planning milik Bappeda, E-Budgeting milik BPKKAD dan Si PAMOR milik Dispenda Provinsi Kepulauan Riau. Pengintegrasian ketiga aplikasi ini, diharapkan akan mempermudah pelaksanaan jalannya pembangunan

“Sistem aplikasi ini harus segera diintegrasikan, jangan ditunda lagi, kalau bisa lebih cepat lebih baik,” Arif menegaskan.

Hadir pada kesempatan ini, Asisten I Raja Ariza, Asisten II Syamsul Bahrum dan Asisten III Muhammad Hasbi, Kepala Diskominfo Guntur Sakti, Kepala Inspektorat Mirza.

(g01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here