Warga Perum Prima Garden Tak Kunjung Terima Sertifikat, Ini Penjelasan Developer

0
112
Foto : Aksi unjuk Rasa Warga Perumahan Prima Garden di Kantor DPRD Kota Batam, Selasa (12/10/21)

IndependenNews.com, Batam | Sejumlah warga Perumahan Prima Garden, Kelurahan Tanjung Uncang, hingga saat ini masih mempertanyakan keberadaan sertifikat rumah yang tak kunjung mereka terima dari pihak Developer PT Alirma Sarana Maju dan Bank BTN Cabang Batam.

Padahal, beberapa warga mengaku telah melunasi rumah yang mereka tinggali dan bahkan sudah bertahun-tahun melunasi rumah tersebut, tapi hingga saat ini belum dapat menerima sertifikat rumah yang merupakan haknya.

Sebelumnya, pada hari Selasa, 12 Oktober 2021 lalu, Ketua RT 03 Perum Prima Garden, Limbong, bersama beberapa warga yang protes akan keberadaan sertifikat rumah mereka tersebut telah melayangkan surat ke DPRD Kota Batam.

Adapun isi tuntutan yang mereka sampaikan yakni memohon kepada Komisi I DPRD kota Batam supaya:

  1. Mendesak Werton Panggabean sebagai pemilik PT Alirma Sarana Maju dan Kepala Bank BTN Cabang Batam untuk menyelesaikan sertifikat rumah dengan batas waktu yang pasti
  2. Menghentikan pembayaran kredit bulanan dan tidak terhitung bunga tunggakannya untuk yang masih status kredit sampai permasalahan tersebut selesai. Atau semua tunggakan dibebankan kepada Developer yang melalaikan tanggung jawabnya
  3. Menindak tegas PT Alirma Sarana Maju (Werton Panggabean) dan Kepala Cabang Bank BTN Batam supaya jangan diberikan peluang atau ruang agar tidak terjadi hal serupa kepada warga yang lain

Menanggapi hal tersebut, Pemilik PT Alirma Sarana Maju, Werton Panggabean, mengatakan, pihaknya berjanji untuk secepatnya dapat menyelesaikan pengurusan sertifikat rumah tersebut.

“Kemaren kami sudah rapat bersama Bank BTN, Notaris dan Developer untuk berjanji menyelesaikan secepatnya, dan Notaris juga sudah menyanggupinya. Kemudian saya juga sudah langsung ke BPN untuk mengcover agar pengurusan disana bisa diatasi,” ucap Werton kepada Independennews saat dihubungi melalui panggilan WhatsApp pribadinya, Kamis (21/10/2021).

Werton mengungkapkan, pihak developer sendiri selalu berupaya dalam hal penyelesaian sertifikat milik warga Perumahan Prima Garden. Namun, sempat tersendat akibat adanya pihak yang tidak bertanggungjawab yang membuat hal tersebut menjadi terhambat.

“Ada beberapa hal yang memang kenapa sampe bisa tersendat, dari 400 persil, hanya ada beberapa persil saja yang tersendat dan itu memang karena tahun 2012 lalu ada maling membongkar kantor developer dan meraibkan semua sertifikat yang ada,” tutur Werton.

Di samping itu kata Werton, aturan pengurusan pengganti untuk penyelesaian berkas juga kerap berubah-ubah secara undang-undang, sehingga notaris membutuhkan waktu dalam proses penyelesaian berkas-berkas yang hilang tersebut.

Selain itu, dirinya juga menampik adanya dugaan warga terkait adanya permainan antara pihak Developer dengan Bank BTN. Karena menurutnya, hal tersebut tidak dapat diagunkan ke pihak lain setelah diagunkan ke pihak BTN.

“Permainan apa, kau tanya permainan seperti apa maksudnya, apakah kesulitan diagunkan atau bagaimana, karena saya tidak mengerti.
Karena disini ketika kita sudah mengadakan perikatan dengan konsumen, bahwa sertifikat itu sebagai agunan ke pihak BTN dan itu tidak bisa di agunkan ke pihak manapun karena itu sudah diikat dengan nomor sertifikat yang ada,” tegas Werton.

Werton juga mengaku, selama ini pihaknya tetap berupaya dan tidak pernah melalaikan tugasnya dalam hal pemenuhan hak konsumennya.

Akan tetapi, untuk waktu penyelesaian sertifikat warga Perumahan Prima Garden, dirinya belum dapat memberikan waktu yang pasti. Namun, dirinya mengatakan akan melakukan upaya secepatnya.

“Selama ini kami tetap berupaya, kita gak pernah menjadi melalaikan tugas kita, tapi kemaren sudah ada kesepakatan atas berkat bantuan fasilitasi dari BTN supaya bersama, ya Insyaallah ini secepatnya akan selesai

Kalau saya sih dari pihak developer akan berupaya secepatnya untuk menuntaskan dan menyelesaikan kewajiban developer agar konsumen menerima haknya.” tutupnya.(SOP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here