Independennews.com | Kota Tegal – Proyek paving dan saluran di Gang Cracas 2, RT 10 RW 09, Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal, dikeluhkan warga lantaran pengerjaannya dinilai lambat, asal-asalan, serta membahayakan pengguna jalan. Bahkan, proyek ini disebut menimbulkan banyak korban jatuh, termasuk anak-anak dan pengendara yang melintas.
Salah satu warga, Sugiharti (38), menyampaikan bahwa proyek tersebut sudah berlangsung sekitar satu bulan namun belum juga rampung. Parahnya lagi, lubang saluran dibiarkan terbuka selama berminggu-minggu tanpa pengamanan.
“Awalnya hanya buka tutup saluran dan menggali, tapi setelah itu dibiarkan begitu saja hampir satu bulan. Banyak anak kecil dan warga yang jatuh karena terperosok ke dalam galian,” ungkapnya saat ditemui di lokasi proyek, Sabtu (12/7/2025).
Ia juga menambahkan, lokasi proyek tepat di depan rumahnya sehingga kendaraan pribadinya tidak bisa masuk dan terpaksa dititipkan ke tetangga.
Keluhan serupa disampaikan tokoh masyarakat setempat, Arifin (43). Ia menilai, selain membahayakan, proyek ini juga tidak transparan karena tidak dilengkapi papan informasi sebagaimana mestinya.
“Seharusnya ada papan proyek yang menjelaskan sumber anggaran dan pelaksana. Ini tidak ada. Jadi kesannya seperti proyek siluman,” ujar Arifin.
Ia juga mengkritik metode kerja yang amburadul, karena penggalian dilakukan serentak di sepanjang gang tanpa mempertimbangkan keselamatan warga. Menurutnya, material yang digunakan pun terkesan seadanya, bahkan diduga menggunakan bahan bekas.
“Pavingnya bukan dari Muntilan yang kualitasnya bagus, tapi paving lokal yang rapuh. Campuran semen juga seperti tidak sesuai standar, mudah hancur,” tegasnya.
Warga lainnya, Wiryono, berharap pengerjaan proyek segera diselesaikan untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak. Ia juga menyoroti minimnya pengamanan di lokasi.
“Tidak ada rambu atau tanda peringatan di sekitar proyek. Harusnya ada, apalagi ini proyek di area padat penduduk. Pemerintah jangan tunggu viral dulu baru turun tangan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan apakah proyek ini dikerjakan oleh Dinas PUPR atau Disperkim Kota Tegal. Identitas kontraktor pelaksana pun belum diketahui secara pasti.
(Suherman)