independennews.com | Ungaran — Warga Dusun Leyangan Krajan, Kelurahan Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, dihebohkan dengan penemuan jenazah bayi perempuan di area pemakaman umum Secokro, Kamis malam (9/5). Jenazah pertama kali ditemukan oleh warga usai mengikuti pengajian malam Jumat.
Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, S.I.K., M.Si., menyatakan bahwa personel Polsek Ungaran beserta Unit Inafis dan bidan desa telah diterjunkan ke lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal.
Kapolsek Ungaran, Kompol Giri Narwantono, S.H., M.H., yang hadir di lokasi bersama Bhabinkamtibmas setempat, mengungkapkan bahwa penemuan jenazah bayi bermula sekitar pukul 13.00 WIB. Dua warga, Sujahmi (50) dan Wagiyah (36), yang tengah berziarah, mencurigai keberadaan gundukan tanah menyerupai makam baru di sekitar makam keluarga mereka.
“Sebelum melihat gundukan itu, kedua saksi sempat melihat seorang pria keluar dari area makam. Karena tidak merasa curiga, mereka melanjutkan ziarah. Namun, rasa penasaran membuat Bu Sujahmi memeriksa gundukan tersebut dan melihat kain putih di dalamnya. Meski begitu, keduanya memilih diam dan tidak segera melapor,” jelas Kapolsek.
Baru pada malam harinya sekitar pukul 19.30 WIB, usai pengajian malam Jumat, kedua saksi menceritakan kejadian tersebut kepada keluarga. Bersama-sama mereka kembali ke lokasi dan menggali gundukan tanah sedalam sekitar 20 sentimeter, yang ternyata berisi jenazah bayi terbungkus kain putih dan plastik.
Temuan ini langsung dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas dan diteruskan ke Polsek serta Polres Semarang. Petugas kemudian membawa jenazah bayi ke RS Bhayangkara Semarang untuk keperluan autopsi.
Menurut bidan desa yang ikut serta dalam pemeriksaan awal, bayi tersebut diperkirakan berusia kandungan 5 hingga 6 bulan. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif pembuangan jenazah bayi tersebut.
Salah seorang warga, Lestari (62), yang rumahnya berada di sekitar area makam, mengaku tidak mengetahui adanya kejadian hingga malam hari.
“Saya baru tahu setelah pengajian, melihat banyak orang di makam dan polisi sudah berada di sana,” ujarnya.
Kasus ini kini ditangani langsung oleh Polres Semarang guna proses penyelidikan lebih lanjut.(Dwi Saptono)