IndependenNews.com, Batam | Keberadaan tumpukan sampah yang berada di pinggir Jalan Gereja, Kavling Baru, Kelurahan Sei Langkai, Kecamatan Sagulung, Batam hingga saat ini belum mendapat perhatian dari pemerintah setempat.
Pasalnya, hingga saat ini, Kamis (14/10/2021) kondisi tumpukan sampah tersebut terlihat masih dalam keadaan seperti semula dan bahkan volumenya semakin bertambah dari yang sebelumnya.
Ketika dikonfirmasi pihak terkait memiliki kewenangan dalam penanganan sampah belum juga mendapat tanggapan yang berkaitan dengan tindakan penanganan, seperti diketahuin tumpukan sampah itu dapat mengganggu para pengguna jalan seperti aroma tak sedap dan kecelakaan.
Pemberitaan sebelumnya, tumpukan sampah itu berserakan hingga ke badan jalan dan menyebabkan salah seorang pengguna jalan yang hampir mengalami kecelakaan, atas informasi narasumber media IndependenNews mencoba untuk meminta tanggapan dari pemerintah setempat dalam hal ini Camat Sagulung.
Saat dimintai keterangan, Camat Sagulung, Reza Khadafi, mengarahkan untuk melakukan konfirmasi kepada Kasi Trantib Kecamatan Sagulung, Jamil. Kemudian ketika dimintai sedikit komentar, Reza mengatakan akan melakukan konfirmasi kepada satgas kebersihan.
“Saya juga mau konfirmasi sama satgas kebersihan ya,” balasnya lewat WhatsApp pribadinya, Rabu (13/10/2021).
Pada hari yang sama, Independennews mencoba melakukan konfirmasi kepada Kasi Trantib Kecamatan Sagulung, Jamil, mempertanyakan apa tindakan yang dilakukan oleh pihaknya.
“Saya koordinasi bang dengan DLH Kota Batam karena Bin sampah milik DLH. Bantu bang komunikasikan dengan DLH Kota Batam,” pintanya.
Selanjutnya, Independennews melakukan konfirmasi kepada Pengawas Lapangan DLH kota Batam atas nama Ulik dan Azhari pada Rabu, (13/10/2021). Namun, hingga saat ini, Kamis (14/10/2021) pukul 11.15 WIB, belum juga mendapat tanggapan dan di WhatsApp pribadinya terlihat centang biru dua.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga serta pengguna jalan mengeluhkan keberadaan tumpukan sampah yang berada di pinggir Jalan Gereja, Kavling Baru, Kelurahan Sei Langkai, Kecamatan Sagulung.
Kehadiran sampah tersebut selain mengeluarkan aroma yang kurang enak, juga kerap mengganggu pengguna jalan dikarenakan sebagian sampah tersebut masuk ke badan jalan yang ditakutkan akan menyebabkan rawan kecelakaan.
Di samping itu, keberadaan tumpukan sampah yang makin lama makin banyak, semakin mengganggu pemandangan kota Batam yang seharusnya indah dan tertib dari keberadaan sampah.
Berdasarkan pantauan Independennews di lokasi, tumpukan sampah terdiri dari sampah organik dan anorganik menimbulkan aroma bau. Selain itu, juga terdapat satu bungkus plastik berisi sampah yang masuk ke badan jalan.
Salah seorang pengguna jalan, Binsar menyebutkan, dirinya kerap terganggu dengan keberadaan tumpukan sampah tersebut. Bahkan ketika hendak berangkat kerja, dirinya mengaku hampir menabrak tumpukan sampah yang masuk ke badan jalan.
“Selain aromanya yang busuk, saya pernah kejadian hampir menabrak bungkusan sampah yang masuk ke badan jalan, waktu itu lagi buru-buru kerja, untung saya bisa mengelak,” ucap Binsar saat diwawancarai pada Rabu, (13/10/2021) lalu disekitar lokasi kejadian.
Namun kata Binsar, dirinya tidak tau pasti siapa orang yang membuang sampah di pinggir jalan. Namun, dirinya menduga sampah tersebut merupakan milik warga dan para pelaku usaha yang berada disekitar lokasi.
“Dari jenis sampahnya sih, bisa jadi itu milik warga sekitar sini, dan juga ada tumpukan sampah kelapa muda, bisa jadi itu milik pedagang kelapa yang ada disekitar sini,” tambahnya.
Oleh karena itu, dirinya meminta kepada Pemerintah kota Batam melalui Dinas Lingkungan Hidup untuk segera mengangkut sampah tersebut karena di khawatirkan akan menimbulkan masalah baru.
“Kepada pemerintah kota Batam atau pemerintah setempat, tolonglah diangkut sampah disini, karena selain mengganggu pengguna jalan, juga menimbulkan aroma busuk.
Kalau tidak diangkut, setidaknya buatlah bak khusus untuk menampung sampah, agar tidak berserak ke badan jalan, itu sih harapan kami.” Tutupna (SOP)