Independennews.com | Padang — Hujan deras yang mengguyur Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir meninggalkan kerusakan di banyak titik: rumah-rumah terendam, jalanan terputus, dan kawasan permukiman diselimuti lumpur. Di tengah situasi tersebut, satu hal menjadi kebutuhan mendesak—hadirnya pihak yang bergerak cepat dan peduli. Padang, 3 Desember 2025.
Universitas Negeri Padang (UNP) menjadi salah satu institusi yang paling awal turun ke lapangan melalui Satuan Tugas UNP Peduli Bencana, menembus wilayah terdampak banjir dan memastikan bantuan tiba setiap hari sejak status tanggap darurat diberlakukan.
Kolaborasi yang Mengalirkan Harapan
Bantuan pada Rabu (3/12) merupakan hasil kolaborasi besar: UNP Charity bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN), serta dukungan solidaritas dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang turut menyalurkan donasi melalui UNP Charity. Kolaborasi lintas lembaga ini menegaskan bahwa kepedulian tidak mengenal jarak maupun batas wilayah.
Kehadiran Pimpinan UNP di Titik-Titik Terparah
Kawasan Gunung Panggilun menjadi salah satu titik paling parah terdampak banjir. Air bah yang datang secara tiba-tiba menyisakan kondisi permukiman yang porak-poranda.
Pimpinan UNP hadir langsung di lokasi, dipimpin oleh Ketua LPPM Prof. Dr. Anton Komaini, S.Si., M.Pd., bersama Direktur Umum, Keuangan, dan Aset Upita Yeniza, M.Pd. Mereka menyapa warga, menyerahkan bantuan kebutuhan dasar, dan memastikan kondisi lapangan agar penanganan selanjutnya lebih tepat dan efisien.
Dalam kondisi jalan yang masih tergenang dan penuh lumpur, kehadiran mereka membawa bukan hanya logistik, tetapi juga rasa aman dan penguatan moral bagi warga.
Menembus Pesisir Selatan
Di saat bersamaan, tim UNP lainnya bergerak menuju Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, dengan medan yang tidak kalah sulit. Dipimpin oleh Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Asep Sujana Wahyuri, S.Si., M.Pd., bersama Drs. Esy Maestro, M.Sn., serta mahasiswa UKM MPALH UNP, rombongan harus melewati jalur berlumpur dan titik-titik longsor ringan.
Di desa-desa yang terhantam banjir bandang, warga menyambut tim UNP dengan penuh haru. Paket sembako, perlengkapan harian, dan logistik mendesak lainnya langsung dibagikan untuk menopang kebutuhan selama masa pemulihan.
Komitmen UNP: Tidak Berhenti di Hari Ini
UNP menegaskan bahwa bantuan tidak berhenti pada satu kali kunjungan. Setiap hari, tim turun membaca situasi, memetakan kebutuhan, dan menyalurkan bantuan sesuai prioritas—mulai dari bahan makanan, air bersih, selimut, hingga perlengkapan penting lainnya.
Ini bukan sekadar aksi sosial. Ini adalah wujud nyata komitmen UNP sebagai kampus yang hadir untuk masyarakat, terutama di saat-saat paling sulit. UNP memastikan tidak ada wilayah terdampak yang terabaikan.
Solidaritas yang Terus Dirawat
Melalui gerakan ini, UNP mengajak lebih banyak pihak untuk ikut serta dalam upaya pemulihan. Bagi UNP, pemulihan bencana bukan hanya soal distribusi bantuan, tetapi bagaimana merawat rasa kemanusiaan dan kebersamaan—dua hal yang paling dibutuhkan ketika bencana menghantam kehidupan banyak orang.
(Dioni)