Terlambat ditangani Dokter, Bayi dalam Kadungan Normah Tewas

0
1123

Independennews.com, Lingga –Normah (40) warga Dusun Pulau Lalang Desa Berhala hanya dapat tertunduk meratapi kepergian sang buah hatinya. Setelah 9 bulan dirawat dalam kandungan ibunya, cabang bayi tewas diduga akibat kelalaian tim medis RSUD Dabo Singkep.

Pantauan independennews.com, Kamis (26/7/18) ditemani sanak saudaranya, Ibu paroh baya ini terbaring diruang Bersalin RSUD Dabo Singkep. Keluarganya hanya dapat terdiam dan menunggu tenaga medis datang untuk memberikan perawatan.

”Anaknya mati dalam kandungan dari pagi tadi, tapi sampai sekarang dokter dan perawat belum berbuat apa-apa.”ujar sejumlah keluarga pasien saat dijumpai independennews.com

Informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, Normah di ketahui mengandung anaknya yang ketiga, beberapa waktu lalu normah konsultasi dengan dokter terkait dengan kandunganya, karena usia kandungan belum cukup untuk melahirkan dokter akhirnya menyarankan untuk pulang kerumah, namun karena mengidap penyakit sakit asma yang di derita Normah sudah cukup parah, Normah akhirnya kembali mendatangi rumah sakit meminta untuk di berikan obat karena takut dengan bayi yang ada dalam kandunganya.

”Kami sudah hampir tiga kali ke rumah sakit umum daerah habis itu selalu di suruh pulang hingga akhirnya pada hari Rabu 25 juli 2018, dokter menyarankan untuk rawat inap.”terang Normah dengan mata berlinang

Saat menjalani rawat inap, dokter kandungan tidak juga muncul hingga membuat keluarga Normah menjadi panik sedangkan para perawat yang berada di ruang kebidan selalu memberi informasi bahwa tidak ada masalah dalam kandungan Normah dan semua baik-baik saja, namun pada Kamis (26/7) sekitar pukul 10.00 Wib dokter melakukan pemeriksaan dan memberi informasi bahwa bayi yang ada dalam kandungan Normah sudah meninggal dunia.

”Yang membuat kami kesal, kenapa saat normah di rawat dokter tidak datang untuk cek kandungan, tapi pagi-pagi dia bilang kalau bayi saya udah meninggal.”imbuh wanita ini dengan menyikai air mata di pipinya.

Sementara itu Direktur RSUD Dabo Singkep Dokter Asri yang berhasil di konfirmasi, membenarkan adanya pasien yang bayinya meninggal dalam kandungan.

Menurut dokter Asri penanganan dan penindakan yang di lakukan oleh para tenaga medis sudah sesui dengan peraturan yang berlaku dengan standar operasional.

Meski tidak menjelaskan secara detail penyebab meninggalnya bayi dalam kandungan tersebut namun dokter Asri mengaku sudah memberikan informasi tersebut pada pihak keluarga.

“‘Kalau penanganan tidak ada masalah, obat-obat juga tidak ada masalah. Ada masalah medis dan hal ini sudah kami sampaikan pada keluarga.”terang Dokter Asri.

(jn/suarman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.