Terkait Kasus Sengketa Lahan Lokasi PDAM Pelawan Sarolangun, Ini Kata Martin Saragih

0
177

Sarolangun, Independennews.com – Terkait permasalahan sengketa lahan lokasi berdirinya PDAM yang dulunya dikatakan pemilik aslinya adalah M.Zaidan. Namun, setelah sipenerima kuasa dari M. Zaidan atas pengurusan lahan itu melihat dari surat kepemilikan lahan dan data yang dipegang oleh Putera Alm M.Khatip, ternyata jelas berdasarkan aturan bahwa lahan yang dikuasai M.Syaihu itu adalah benar milik dari ayahnya Alm. M.Khatip.

Menurut keterangan dari penerima kuasa M.Zaidan, Martin Saragih menerangkan, dari data yang ada itu telah benar miliknya saudara Alm M.Khatip yang telah dijualnya kepada saudara M.Syaihu yang tak lain adalah putra kandung saudara Alm M.Khatip.

“Menurut keterangan dari data yang ada, lahan itu telah benar lahannya Alm M.Khatip yang telah dijualnya kepada anaknya sendiri yaitu saudara M.Syaihu, bahkan Pemkab Sarolangun juga telah membeli lahan itu untuk pembangunan PDAM kepada M.Syaihu, dan sekarang sudah berdiri, berarti Pemkab sudah mengesahkan atas lahan itu benar milik M.Sayhu, ” terang Martin.

Martin juga mengaku, dia pada saat menerima Kuasa dari M.Zaidan tidak dahulu melihat data dari Puteranya saudara Alm M.Khatip yang lebih akurat dan lengkap bahwa itu benar miliknya dan langsung melaporkan sengketa lahan itu ke Polres Sarolangun pada tahun 2014 yang lalu.

“Saya kemarin juga tidak dulu melihat dari data putera Alm M.Khatip sebelum melaporkan hal ini kepolres Sarolangun, padahal data kepemilikan lahan itu atas nama Alm M.Khatip itu lebih akurat, apalagi saya melaporkan itu pada Tahun 2014 yang lalu, tidak ada keputusan dari pihak Polres, berarti itu sah milik Alm M.Khatip dan dijualnya kepada puteranya, ” tutur martin.

Dalam hal ini, Martin Saragih selaku Ketua LSM Mawar Indonesia harus menegakan kebenaran dalam membantu permasalahan. Ia juga menerangkan jika dirinya bekerja berdasarkan data dan aturan. Justru dari itu, martin menyampaikan permohonan maafnya kepada Putera Alm M.Khatip yaitu saudara M.Sayhu atas kekeliruannya yang tidak terlebih dahulu mengkonfirmasi terlapor yaitu M.Sayhu. Martin juga akan segera menarik kembali laporannya di Polres Sarolangun.

“Saya selaku orang lembaga, apabila bekerja harus berdasarkan data dan aturan, sehingga saya bisa membedakan mana yang baik atau yang benar dari perkara ini. Maka dari itu, atas kekeliruan dari permasalahan ini saya meminta maaf kepada saudara M.Sayhu, yang tidak mengkonfirmasi dahulu kepadanya atas surat atau data miliknya, ini merupakan pelajaran berharga bagi saya, dan laporan yang saya masukan kemarin akan segera saya tarik kembali, ” ucap Martin lagi. (Dar/MS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.