IndependenNews.com | Tanggamus — Ketua Wilayah Lampung, Sulaiman Ibrahim, menyoroti keterisolasian wilayah Kecamatan Cukuh Balak dan Pulau Tabuan, Kabupaten Tanggamus, yang hingga kini dinilai masih minim sentuhan pembangunan, khususnya pada sektor infrastruktur dasar.
Sulaiman menegaskan, kondisi geografis wilayah tersebut menyebabkan akses menuju lokasi sangat terbatas. Bahkan, hingga saat ini belum tersedia jalur darat yang memadai untuk menjangkau kecamatan tersebut.
“Wilayah ini benar-benar membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Pembangunan akses jalan yang layak sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat setempat,” ujar Sulaiman, Sabtu (24/1/2026).
Ia menjelaskan, masyarakat di Kecamatan Cukuh Balak dan Pulau Tabuan masih sangat bergantung pada transportasi laut seadanya, seperti kapal kecil, dengan fasilitas dermaga yang belum representatif.
“Selama ini kapal hanya bersandar di lokasi darurat. Dermaga yang layak sangat dibutuhkan untuk menunjang mobilitas warga serta distribusi logistik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sulaiman berharap persoalan infrastruktur di wilayah terisolir tersebut dapat diakomodasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Lampung Tahun 2025–2029, yang saat ini tengah dibahas oleh Panitia Khusus (Pansus).
“Setidaknya, pembangunan infrastruktur dasar di wilayah ini bisa masuk sebagai program prioritas dalam lima tahun ke depan,” katanya.
Menurut Sulaiman, wilayah tersebut memiliki potensi ekonomi yang besar, mulai dari sektor perkebunan, pertanian, hingga perikanan. Namun, keterbatasan akses menjadi hambatan utama dalam pengembangan ekonomi masyarakat.
“Jika infrastruktur dibenahi, distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan akan lebih lancar, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur bukan semata soal konektivitas, tetapi juga merupakan wujud keadilan pembangunan agar masyarakat di wilayah terpencil tidak tertinggal dari daerah lainnya di Kabupaten Tanggamus.
(Kabiro Tanggamus
Munziri, ST)