Studi PRC Temukan Pengguna Media Sosial Cenderung Percaya Hoax

0
27

Independennews.com, Jakarta – Pew Research Center (PRC) mengemukakan hasil studinya kepada publik terkait pengguna media sosial yang cenderung percaya hoax, Senin (22/02/21).

Studi PRC dilakukan pada 9000 orang dewasa di Amerika Serikat pada periode November 2019 hingga Desember 2020. Studi Pew Research Center tersebut mengungkapkan bahwa orang yang mengandalkan platform media sosial untuk mendapatkan berita lebih cenderung percaya informasi palsu (HOAX) terutama untuk topik yang penting seperti politik dan covid-19.

Dikutip dari liputan6.com, PRC mengemukakan, terdapat 18% responden yang mendapatkan berita politik atau pemilu melalui media sosial. Namun 18% responden tersebut cenderung tidak menjawab berdasarkan fakta yang benar tentang politik dan peristiwa terkini. Contohnya saja klaim yang menyebut vitamin C dapat mencegah infeksi.

Hasil PRC juga menemukan bahwa mayoritas responden tidak percaya dengan media sosial sebagai sumber informasi. Platform media sosial yang tingkat kepercayaannya lebih rendah dari platform media sosial lain adalah Facebook.

Pew juga mengungkapkan bahwa terdapat 3 dari 10 pengikut Partai Republik mengandalkan akun mantan Presiden Donald Trump sebagai sumber utama berita tentang pemilu dan virus corona covid-19.

“Mereka juga cenderung menganggap pandemi covid-19 telah dibesar-besarkan dan lebih cenderung melihat kecurangan pemilih sebagai ancaman signifikan terhadap integritas pemilu” ungkap Pew.(sum : lioutan6)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here