Selama 7 Bulan, Honor Guru Ngaji, Penggali Kubur dan Bilal Mayit Belum Dibayar

IndependenNews.com, Asahan | Rosul Simanjuntak, Ambi Marpaung selaku Pekerja Bilal Mayit, Penggali Kubur serta seorang Guru Mengaji Desa Alang Bonbon Kecamatan Aek Kuasan, Asahan mengeluhkan selama 7 bulan belum terima honor.

Informasi yang diterima independenNews.com, setidaknya sebanyak 49 orang pekerja Bilal Mayit, Penggali Kubur serta Guru Mengaji di Desa Alang Bombon Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan, merasa resah akibat tidak adanya realisasi pembayaran Honor yang dilakukan oleh Pemerintah Desa setempat sejak bulan Nopember 2021 hingga bulan Mei 2022.

Hal itu terungkap setelah adanya pengakuan dari 3 orang perwakilan Bilal Mayit, Penggali Kubur serta Guru mengaji Desa Alang Bombon Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan kepada sejumlah awak Media dibilangan Desa, Senin (23/5/2022) siang.

“Kami sudah merasa resah sekali dengan tindakan yang dilakukan oleh pihak pemerintahan Desa kami, sebab sejak Nopember 2021 hingga kini honor kami selaku penggali kubur, Bilal Mayit serta guru mengaji belum juga direalisasikan pembayarannya.” kata Rosul Simanjuntak salah seorang Bilal Mayit di Desa Alang Bonbon.

Kemudian Rosul menuturkan, terkait belum adanya realisasi pembayaran honor tersebut dirinya beserta rekan-rekan lainnya sesama penggali kubur, Bilal Mayit dan guru mengaji sudah berupaya berkordinasi dan menanyakan langsung dengan Sekretaris Desa (Sekdes) setempat, namun jawaban dari Sekdes tidak masuk diakal dengan dalih honor tidak bisa dibayar akibat dananya dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur.

“Honor kami memang cuma Rp.175.000 per bulannya, namun dengan kondisi saat ini kami sangat membutuhkan honor tersebut apalagi dari informasi yang kami dengar untuk desa-desa lainnya honor rekan-rekan sesama penggali kubur, bilal Mayit serta guru mengaji sudah terealisasi,” ungkap Rosul.

Sementara Ambi Marpaung selaku pekerja Penggali Kubur meminta kepada pihak terkait khususnya Pemerintah Kabupaten Asahan agar segera menuntaskan persoalan yang sedang dihadapi mereka.

“Pekerjaan kami ini bersentuhan langsung dengan masyarakat dan sangat vital, jadi tolonglah kami diperhatikan dan jangan hanya tugas kami saja yang dituntut sementara hak kami dipersulit,” tambah Ambi Marpaung.

Ambi dan Rosul menegaskan, kalau sampai akhir bulan ini honor kami belum juga direalisasikan pembayarannya,jangan salahkan kami jika melakukan aksi damai dan bila perlu menemui Bapak Bupati Asahan serta mengadukan permasalahan ini kepada pihak terkait lainnya.

Sementara itu, Kepala Desa Alang Bonbon Andi Putra Siahaan ketika dikonfirmasi melalui hubungan handphone tidak merespon panggilan meskipun dalam keadaan aktif.(SS)

You might also like