SEKO DIRANCANG KOTA MANDIRI DAN KAWASAN EKONOMI

0
254

SUMSEL, INDEPENDENNEWS.COM –Gubernur Nurdin Abdullah bersama rombongan jalan darat Menuju seko merayakan malam tahun baru 2020.
Salah satu perhatian Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yakni mendorong daerah SEKO LUTRA menjadi kota mandiri dan  Kawasan  pertumbuhan ekonomi baru di Sulsel.

Konsep itu berdasar pada dukungan potensi alam dengan wilayah yang luas serta posisi letak daerah Seko yang strategis, segi tiga emas yang menghubungkan provinsi Sulawesi  Barat melalui Mamuju dan Sulawesi Tengah melalui sigi palu (golden triangle location).

Gubernur Sulsel dan rombongan pada Selasa pagi tanggal (31/12/ 2019) bergerak menuju seko melalui jalan darat, setelah akses jalan sambang seko sepanjang 130 km telah di rampungkan, progres terakhir jalan itu sebagian sudah diaspal dan selebihnya sudah dilakukan pemadatan, sebagian pembukaan sehingga akses ke seko saat ini sudah bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat. Sebelumnya, hanya dapat ditempuh dengan motor ojek termahal didunia sejuta sampai dua jutaan dalam waktu berhari- hari.

Hal itu mengakibatkan harga sembilan bahan pokok dan barang kebutuhan lainnya sangat tinggi. Saat ini setelah 74 tahun, masyarakat seko sudah dapat menikmati akses jalan yang sedang dikerjakan.

Kondisi ini berpengaruh langsung terhadap harga barang kebutuhan masyarakat di Seko yang relatif sudah stabil dan terjangkau.

Progres pembangunan jalan, saat ini juga sudah dapat mendukung distribusi produksi pertanian masyarakat disana yang  akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahtraan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Nurdin Abdullah mengatakan, bahwa Seko akan dirancang menjadi sebuah kota mandiri dan menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru di Sulsel, jalur sabbang dan seko kedepan akan menjadi pilihan pengguna jalan yang menuju Sulteng karena jarak yang lebih dekat.

Begitu pula peningkatan produksi pertanian akan berkembang sesuai potensi alam yang tersedia, disini banyak potensi misalnya, pengembangan ternak kerbau/sapi, perkebunan dan pangan holtikultra dan berbagai komoditi ekport lainnya, tentu pendekatan pengembangan daerah ini kita akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dengan melibatkan masyarakat setempat, untuk berkolaborasi mendorong kawasan ini menjadi pusat kawasan ekonomi baru di Sulsel.

Nurdin Abdullah juga menekankan, bahwa daerah Seko akan terus di dorong sebagai kota mandiri  daerah segitiga emas (golden triangle area) karena daerah ini menjadi seko link yang menghubungkan Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah, sehingga miliki perspektif potensi perputaran ekonomi baru kedepannya.

Pembangunan infrastruktur jalan sabbang-seko akan dikerjakan terus sampai tuntas secara menyeluruh jalan aspal yang mantap, kalau kondisi jalan sudah aspal mantap tentu dampaknya akan mendorong perputaran ekonomi daerah Seko dan sekitarnya.

Pekerjaan kita selanjutnya adalah bagaimana melakukan identifikasi dan inventarisasi potensi daerah (potensi pertanian, potensi wisata) yang tersedia disini untuk selanjutnya  dimulai dengan perencanaan yang baik dengan membuat study kelayakan pengembangan kawasan pertumbuhan baru daerah ini, dimana kita akan buat master plannya.

Akhirnya tak terasa seluruh rombongan kunker Nurdin Abdullah sampai di seko dengan waktu tempuh sekitar 5 jam. Rombongan Gubernur disambut secara adat dan sukaria masyarakat Seko yang menanti gubernur dan rombongan untuk bersama sama merayakan malam tahun baru 2020.

Kadis kominfo -SP Prov Sulsel Andi Hasdullah menyebutkan bahwa berdasarkan data yang dihimpun dari one data Sulsel selaku walidata, dimana panjang jalan ruas sabbang-seko 130 km, progres penanganan jalan hingga akhir Desember 2019 adalah kondisi aspal sepanjang 43,5 KM dan sisanya kondisi pengerasan gravel tanah dan pembukaan dan pelebaran sepanjang 87 km pemerintah mengalokasikan anggaran untuk tahun 2019 sebesar 49, 075 milyar (APBN 28 M, APBD provinsi 13.075 M) bantuan keuangan provinsi 8 M).

Pekerjaan jalan akan dilanjutkan tahun  2020 dengan peningkatan alokasi anggaran  sebesar 133 Milyar (APBN 28 M, DAK 42.46 M, APBD PROV 62.56 M) untuk paket pekerjaan pengaspalan sepanjang 41 km dan selanjutnya pekerjaan ruas sabbang seko akan terus dilanjutkan sampai tuntas-pada tahun anggaran berikutnya (sumber data dinas binamarga dan balai besar jalan). (Lap. A.Hasdullah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.