Proyek Draenase Utama Muara Tebo Injak Injak Hak dan Merusak Tanaman Sawit Warga Yang Menjadi Sumber Penghasilan

0
147

INDEPENDENNEWS.COM, MUARA TEBO — Pada dasarnya pembangunan sangatlah diharapkan semua pihak, termasuk pembangunan Draenase Utama di Kota Muara Tebo, Nomor Kontrak 02.01/bws6/B1/01 25 Maret 2019, dengan sumber dana APBN 2019 pelaksana CV LIMAS PERKASA. Namun alangkah naif nya jika pembangunan itu mengabaikan azas pembangunan nasional seutuhnya.

Dalam UU RI NOMOR 25 TAHUN 2004 Tentang Sistim Perencanaan Pembangunan Nasional, pada Bab II ASAS DAN TUJUAN, Pasal 2 yang berbunyi :

(1) Pembangunan Nasional diselenggarakan berdasarkan demokrasi dengan prinsip-prinsip kebersamaan, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, serta kemandirian dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan Nasional.

(2) Perencanaan Pembangunan Nasional disusun secara sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh, dan tanggap terhadap perubahan.

(3) Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional diselenggarakan berdasarkan Asas Umum Penyelenggaraan Negara.

(4) Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional bertujuan untuk:
a. mendukung koordinasi antarpelaku pembangunan;
b. menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antarDaerah, antarruang, antarwaktu, antarfungsi pemerintah maupun antara Pusat dan Daerah;
c. menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan;
d. mengoptimalkan partisipasi masyarakat; dan
e. menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Sayang nya dalam pelaksanaan pembangunan Draenase Utama di Kota Muara Tebo, Nomor Kontrak 02.01/bws6/B1/01 25 Maret 2019, dengan sumber dana APBN 2019, sangat mengabaikan azas dan tujuan yang berkeadilan.

Pasalnya pembangunan Draenase Utama di Kota Muara Tebo, tersebut telah merampok hak hak masyarakat pemilik lahan, tanpa melakukan koordinasi dengan para pemilik lahan bahkan tanpa konpromi. Pelaksana proyek CV LIMAS PERKASA langsung melakukan aktivitas pelebaran sungai sehingga memakan areal lahan perkebunan warga. Bahkan tanaman sawit milik warga juga dirusak dan pohon pohon sawit dicabut.

Pelakasana proyek pembangunan Draenase Utama di Tebo yakni CV LIMAS PERKASA telah melakukan perusakan tanaman sawit warga yang merupakan sumber mata pencaharian untuk menyambung hidup masyarakat.

Salah satu pemilik kebun Sawit kepada independennews.com mengatakan bahwa perlakuan CV LIMAS PERKASA telah menyerobot dan merusak lahan perkebunan warga telah menginjak injak hak mereka sebagai pemilik resmi lahan dan kebun.

“Mereka mengeruk dan mempelebar alur sungai tanpa melakukan koordinasi dengan para petani kebun sawit. Dengan rusaknya kebun sawit, kami akan menempuh jalur hukum terkait penyerobotan dan pengerusakan kebun sawit warga.” Kata Budi (red/Bu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.