Sejumlah Oknum Diduga Dapat Keuntungan Dari Proyek Pembangunan RKB dan Toilet di SMKN 5 Batam

IndependenNews.com, Batam | Pengerjaan proyek Ruang Kelas Baru (RKB) dan pembangunan toilet di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Batam, Kepulauan Riau (Kepri) yang dimulai sejak pertengahan Juli 2022 itu memunculkan spekulasi adanya potensi kecurangan.

Pasalnya, dalam plang proyek yang dipampang di lokasi, proyek tersebut seharusnya dikerjakan oleh Komite Sekolah SMKN 5 Batam atau Kelompok Masyarakat (Pokmas). Namun, belakangan muncul dugaan bahwa proyek tersebut dikerjakan oleh pihak kontraktor.

Berdasarkan informasi yang berkembang dilapangan, hal tersebut dilakukan sebagai kamuflase agar sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) dan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Dana Alokasi Khusus (DAK) 2022. Selain itu, kuat dugaan bahwa sejumlah oknum di SMKN 5 Batam mendapatkan keuntungan dari kontraktor.

Untuk diketahui, biaya pembangunan di SMKN 5 Batam tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2022 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan rincian biaya pembangunan 20 RKB beserta perabotnya sebesar Rp. 6.480.000.000,- (Rp6 miliar 480 juta rupiah) dan biaya pembangunan toilet sebesar Rp576.000.000,- (Rp576 juta).

Proyek yang menelan anggaran lebih dari Rp7 milliar itu seharusnya tidak dikerjakan oleh kontraktor karena sifatnya Swakelola. Oleh karena itu, Independennews.com masih akan melakukan konfirmasi kepada Kepala SMKN 5 Batam, Agus untuk memberikan klarifikasi atas informasi yang berseliweran di ruang publik.

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri juga belum dapat dikonfirmasi. (SOP).

You might also like